Sebanyak 44 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu (9/9/2026). Menindaklanjuti temuan tersebut, tim gabungan bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas.
Pemantauan hotspot dilakukan melalui aplikasi Lancang Kuning. Dari hasil pengecekan, petugas menemukan lahan yang masih terbakar dengan luas kurang lebih 1,8 hektare.
Tim kemudian melakukan upaya pemadaman sekaligus pendinginan dengan mengerahkan personel dan sejumlah peralatan pemadam. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api serta mencegah rambatan kebakaran ke wilayah di sekitarnya.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.
Personel yang terlibat di antaranya Polsek Teluk Keramat, Polres Sambas, BKO Brimob, TNI AD, KPH, serta MPA Tri Mandayan.
“Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan pemadaman dan pendinginan. Kami berupaya memastikan titik api dapat dikendalikan sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar AKP Sadoko.
Dalam proses pemadaman, tim gabungan menggunakan delapan unit mesin pemadam. Kendati terdapat sumber air di sekitar lokasi, ketersediaannya masih belum mencukupi untuk mendukung proses pemadaman secara optimal.
Kegiatan penanganan karhutla berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Polres Sambas juga terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik hotspot serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat memicu terjadinya karhutla. (Humas Polres Sambas)
