Turunnya hujan di Kabupaten Kubu Raya belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah bagian lahan di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, masih mengeluarkan asap sehingga personel Polres Kubu Raya kembali melakukan patroli dan pendinginan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Ops Aman Nusa II Karhutla Kapuas-2026. Personel menyisir dua lokasi, yakni lahan bekas karhutla di Jalan Madusari, Desa Limbung, dengan luas sekitar 0,5 hektare, serta area di sekitar SMAN 4 Sungai Raya yang juga memiliki luas sekitar 0,5 hektare.
Meskipun hujan telah turun, petugas tetap melakukan pemantauan karena intensitas hujan belum cukup merata untuk memastikan seluruh lahan yang terbakar benar-benar basah dan bebas dari bara.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan bahwa patroli dan pendinginan tetap diperlukan lantaran masih ditemukan asap di beberapa bagian lahan.
“Meski hujan sudah turun, personel tetap melakukan patroli dan pendinginan karena hujan belum intens. Di beberapa bagian lahan bekas karhutla masih ditemukan asap sehingga perlu dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran,” kata Ade, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, proses pendinginan menjadi langkah penting untuk memastikan lahan bekas terbakar benar-benar aman. Petugas menyiram bagian lahan yang masih mengeluarkan asap sekaligus memantau kemungkinan munculnya kembali titik api.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah bara yang masih tersisa kembali aktif apabila kondisi cuaca berubah dan lahan mulai mengering.
“Ketika masih ditemukan asap, personel langsung melakukan pendinginan. Kami ingin memastikan lokasi yang sebelumnya terbakar benar-benar aman dan tidak kembali menjadi titik api,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polres Kubu Raya mengerahkan satu unit kendaraan R4 D-Max Satsamapta dan dua unit kendaraan R2 untuk mendukung mobilitas personel di lapangan.
Petugas turut menggunakan dua unit mesin Robin yang dilengkapi 30 selang pemadaman, dua selang hisap, dan dua nozzle. Peralatan tersebut digunakan untuk menyuplai serta menyemprotkan air ke bagian lahan yang masih mengeluarkan asap.
Patroli dan pendinginan akan terus dilakukan guna memantau perkembangan kondisi lahan bekas karhutla, khususnya selama curah hujan belum cukup tinggi untuk membasahi kawasan secara menyeluruh.
Polres Kubu Raya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas. (Humas Polres Kubu Raya)
