Upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan Koramil 1204-18/Nanga Mahap di wilayah Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau. Langkah cepat kembali dilakukan setelah terdeteksi adanya titik panas (hotspot) di Desa Lembah Beringin, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ditemukan satu titik panas dengan luasan lahan terbakar sekitar 0,4 hektare. Mengetahui kondisi tersebut, personel Koramil 1204-18/Nanga Mahap segera bergerak melakukan pengecekan sekaligus pemadaman untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
Dalam penanganan tersebut, tercatat satu titik hotspot dan satu kegiatan pemadaman. Setelah dilakukan upaya penanganan, tidak ditemukan lagi titik api (firespot) di lokasi kejadian.
Plh. Danramil 1204-18/Nanga Mahap, Serma Ardi, mengatakan pemantauan dan patroli terus dilakukan, terutama di wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla.
“Begitu terdeteksi adanya titik panas di wilayah Desa Lembah Beringin, personel langsung melakukan pengecekan dan pemadaman. Kami berupaya memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali meluas,” ujar Serma Ardi.
Menurutnya, kondisi cuaca dan aktivitas masyarakat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani secepatnya,” tambahnya.
Koramil 1204-18/Nanga Mahap berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan pemantauan secara berkala di wilayah Kecamatan Nanga Mahap. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan hotspot maupun kebakaran lahan. (Pendim 1204/Sanggau)
