Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, ancaman bara yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan gambut menjadi perhatian tim gabungan. Babinsa Koramil 1202-02/Singkawang Selatan bersama Satgas BKO Yon TP 839/SA, perangkat Kelurahan Pangmilang, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) kembali melakukan pemadaman serta pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jembatan 12, Jalan Arteri Bandara Singkawang, Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Senin (14/9/2026).
Kegiatan difokuskan pada lahan gambut seluas kurang lebih satu hektare yang berada di titik koordinat 0.7940° N, 108.9352° E. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kondisi medan berupa lahan gambut dengan vegetasi ilalang, pakis, semak belukar, serta kayu-kayu kecil. Karakteristik lahan tersebut membuat proses penanganan membutuhkan perhatian ekstra karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran di atasnya telah padam.
Untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan, Koramil 1202-02/Singkawang Selatan mengerahkan dua unit mesin pompa air. Sementara itu, MPA Kelurahan Pangmilang turut menurunkan satu unit pompa. Personel gabungan juga melakukan penyisiran dan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali muncul maupun merambat ke area lain.
Pjs. Danramil 1202-02/Singkawang Selatan, Peltu Kemal Lukmansyah, mengatakan bahwa penanganan karhutla tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan.
“Pada lahan gambut, bara dapat bertahan di bawah permukaan dan sewaktu-waktu kembali menyala. Karena itu, pendinginan dan pemantauan harus dilakukan sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Hingga sore hari, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih menemukan bara dan asap di sejumlah bagian lahan sehingga proses pendinginan dan pemantauan terus dilakukan. Penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan dan masih dalam pendalaman. Api diduga dapat merambat dari area yang sebelumnya terbakar serta dipengaruhi kondisi angin yang cukup kencang.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara itu, kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Peltu Kemal Lukmansyah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya saat musim kemarau ketika kondisi vegetasi lebih mudah terbakar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika menemukan titik api atau asap, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas dan mengancam permukiman,” pungkasnya. (Pendim 1202/Skw)
