Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 115 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, Jumat (2/10/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 orang merupakan pejabat administrator dan 56 lainnya merupakan pejabat pengawas. Pelantikan yang berlangsung di Lantai Utama Kantor Bupati Ketapang tersebut menjadi bagian dari proses penataan dan penyegaran organisasi pemerintahan daerah.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah/janji jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada perwakilan pejabat yang dilantik.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan baru. Ia mengatakan, rotasi, penyegaran, mutasi hingga promosi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan.
“Di dalam proses birokrasi, dalam semua organisasi, rotasi, penyegaran, mutasi, bahkan promosi itu hal yang biasa. Apa yang terjadi hari ini merupakan bagian dari proses yang sangat panjang,” ujar Alexander.
Ia menjelaskan, proses pengisian maupun perubahan jabatan struktural di lingkungan pemerintahan harus dilaksanakan melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditentukan.
Menurutnya, setiap usulan mutasi maupun promosi terlebih dahulu dibahas melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Selanjutnya, usulan tersebut disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperoleh persetujuan atau pertimbangan teknis sebelum proses pelantikan dilaksanakan.
“Sekarang prosesnya tidak semudah seperti dulu. Usulan untuk mutasi jabatan struktural, termasuk promosi, mengalami proses yang panjang. Dibahas di Baperjakat, setelah itu diusulkan ke BKN untuk mendapatkan persetujuan atau pertimbangan teknis, baru boleh dilantik,” jelasnya.
Bupati kemudian mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan sumpah dan janji jabatan dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan sebaik-baiknya.
“Jabatan itu adalah amanah, bukan hak. Maka pesan saya, jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tegas Alexander.
Ia juga meminta para pejabat membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kinerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai pandangan maupun opini yang berkembang di luar tidak perlu direspons dengan banyak pernyataan, tetapi dibuktikan melalui hasil kerja.
“Cukup Bapak-Ibu buktikan dengan bekerja yang baik. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa dengan dilantik pada hari ini, Bapak-Ibu semua mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan menjaga amanah serta kepercayaan yang diberikan,” katanya.
Selain menjaga integritas, Bupati meminta para pejabat memiliki sikap responsif terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan kerja masing-masing. Termasuk dalam menanggapi persoalan dan keluhan yang disampaikan masyarakat.
“Jadi saya harapkan kepada seluruh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Ketapang agar responsif terhadap persoalan yang ada di lingkungan kerja masing-masing, termasuk responsif terhadap permasalahan dan keluhan-keluhan masyarakat,” ujarnya.
Alexander menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat harus diimbangi dengan kapasitas, tanggung jawab, serta komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai prosesi pelantikan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo didampingi Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, S.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., serta jajaran pejabat lainnya memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.
Para pejabat kemudian bersalaman dan menerima ucapan selamat sebagai tanda dimulainya tanggung jawab baru dalam menjalankan roda pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Ketapang. (Prokopim Ketapang)

