Babinsa Kodim 1206/Putussibau Bersama Tim Kesehatan Lakukan Fogging dan Sosialisasi Pencegahan Chikungunya

Upaya mencegah penyebaran penyakit chikungunya terus dilakukan melalui sinergi antara TNI dan tenaga kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Babinsa Kodim 1206/Putussibau bersama tim kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan pengasapan atau fogging serta memberikan edukasi kepada masyarakat di Desa Kedamin Darat, Kecamatan Putussibau Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Dalam pelaksanaannya, Babinsa Koramil 1206-06/Psu yang bertugas di Desa Kedamin Darat, Koptu David Wahyu, mendampingi tim kesehatan Puskesmas Putussibau Selatan melakukan pengasapan di lingkungan permukiman warga.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan TNI terhadap program kesehatan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Selain melakukan fogging, petugas kesehatan bersama Babinsa juga memberikan penyuluhan mengenai gejala chikungunya yang perlu diwaspadai. Gejala tersebut antara lain demam mendadak, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, dan ruam pada kulit.

Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada chikungunya agar dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Dalam penyuluhan tersebut, warga juga diingatkan bahwa pengendalian penyakit tidak cukup hanya mengandalkan fogging. Upaya pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin melalui penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Warga juga diajak membersihkan halaman rumah, menghilangkan genangan air, serta menggunakan langkah perlindungan diri untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk. Fogging sendiri bertujuan mengendalikan nyamuk dewasa sehingga harus disertai pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk agar upaya pencegahan lebih efektif.

Koptu David Wahyu turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga kesehatan bersama. Menurutnya, keterlibatan warga sangat diperlukan agar berbagai langkah pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dandim 1206/Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han., terus mendorong para Babinsa agar berperan aktif membantu mengatasi kesulitan masyarakat, termasuk mendukung pelaksanaan program pemerintah di bidang kesehatan.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendampingan dan komunikasi langsung, prajurit TNI diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendukung kelancaran berbagai program pelayanan publik di wilayah binaan.

Sinergi antara Kodim 1206/Putussibau, Puskesmas Putussibau Selatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pengendalian chikungunya di Desa Kedamin Darat dan wilayah sekitarnya.

Melalui kerja sama dan kepedulian bersama, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta melakukan pencegahan secara konsisten. Dengan demikian, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan dan lingkungan tempat tinggal menjadi lebih bersih, sehat, serta nyaman bagi seluruh warga. (Pendim 1206/Psb)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak