Gubernur Ria Norsan Resmi Buka Gema Membangun Desa, 30 Layanan Publik Dihadirkan di Karimunting

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui program Gema Membangun Desa yang secara resmi dibuka Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., di Lapangan Bola Gamora, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jumat (30/10/2026).

Sebelum membuka kegiatan, Gubernur bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat serta Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang terlebih dahulu meninjau berbagai stan pelayanan yang disiapkan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Beragam kebutuhan masyarakat difasilitasi melalui kegiatan tersebut. Mulai dari pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pembayaran pajak kendaraan bermotor, pasar murah, hingga berbagai layanan sosial lainnya. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 30 jenis pelayanan dan program yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara langsung.

Dalam sambutannya, Ria Norsan menjelaskan bahwa Gema Membangun Desa merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah tidak hanya menghadirkan pelayanan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi serta kebutuhan pembangunan di wilayahnya.

“Desa adalah ujung tombak pemerintahan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga pusat. Jika desa maju, maka kecamatan dan kabupaten/kota otomatis akan ikut maju,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dengan memperhatikan kemajuan desa. Oleh sebab itu, program Gema Membangun Desa dirancang agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan pemerintah secara lebih mudah tanpa harus selalu datang ke pusat pemerintahan.

Selain memberikan pelayanan langsung, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menggali potensi unggulan daerah sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Dengan cara ini, perencanaan pembangunan diharapkan dapat lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ria Norsan mengungkapkan, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan pendekatan per kabupaten. Kebijakan tersebut mempertimbangkan luasnya wilayah Kalimantan Barat serta jumlah desa yang mencapai 2.046 desa.

“Desa kita ada 2.046 desa. Kalau kita laksanakan satu per satu setiap desa, tentu tidak mungkin tercapai seluruhnya dalam waktu satu tahun. Maka kita ambil per kabupaten,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti sejumlah kebutuhan strategis di Kabupaten Bengkayang, terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor kelautan dan perikanan, serta peningkatan potensi pariwisata.

Salah satu rencana yang menjadi perhatian adalah pembangunan dermaga di Pulau Lemukutan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang akses transportasi sekaligus mendukung pengembangan wisata bahari yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Bengkayang.

Selain itu, peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga menjadi perhatian pemerintah provinsi, termasuk ruas Jalan Suti Semarang yang terhubung hingga Kabupaten Landak. Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi antarwilayah.

Gubernur menegaskan bahwa pemerataan pembangunan menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Program Gema Membangun Desa tidak hanya dilaksanakan di wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga menyasar kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia mencontohkan pelaksanaan kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilakukan di Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terluar,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ria Norsan turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang atas dukungan dan kerja sama dalam menyukseskan penyelenggaraan Gema Membangun Desa. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dinilai penting agar berbagai program pelayanan dan pembangunan dapat berjalan optimal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Desa Karimunting memiliki jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa dengan luas wilayah mencapai 117 kilometer persegi. Sementara itu, berdasarkan Indeks Desa Tahun 2025, Karimunting telah berstatus sebagai Desa Mandiri dengan skor 84,57.

Melalui pelaksanaan Gema Membangun Desa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap akses pelayanan publik semakin mudah dijangkau, potensi desa semakin berkembang, dan aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. (Rfa) (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak