Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi, serta sejumlah tamu undangan.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan dan kesatuan bangsa. Selain mengenang semangat perjuangan pemuda pada 1928, peringatan ini juga menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan oleh Gubernur Kalimantan Barat, ditekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam membentuk pemuda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Semangat Sumpah Pemuda juga mengingatkan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang merupakan kekuatan yang harus terus dirawat. Persatuan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, toleransi, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga tampil sebagai penggerak perubahan yang mampu menjawab perkembangan zaman dengan kreativitas, integritas, dan semangat pantang menyerah.
Kehadiran Kapolda Kalbar dalam peringatan tersebut mencerminkan dukungan Polri terhadap upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif di Kalimantan Barat.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, semangat kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi landasan bagi seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Kalimantan Barat yang aman, harmonis, dan maju. (Humas Polda Kalbar)

