Kapolres Kubu Raya Rangkul Tokoh Agama Buddha, Perkuat Toleransi dan Cegah Konflik Sosial

Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Polres Kubu Raya terus memperkuat sinergi dengan tokoh agama. Komunikasi dan silaturahmi menjadi langkah penting untuk menjaga kerukunan, mencegah konflik sosial, serta menangkal penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di tengah masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui kunjungan silaturahmi kepada Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kabupaten Kubu Raya, Edy Jonathan, di kediamannya di Jalan Adisucipto, Gang Bumi Raya Nomor 64, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Selasa (20/10/2026).

Kapolres Kubu Raya melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade menjelaskan, silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi yang terbuka dengan para tokoh agama. Melalui hubungan yang harmonis, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat diketahui lebih awal dan diselesaikan melalui koordinasi bersama.

“Silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya Polres Kubu Raya mempererat komunikasi dengan tokoh agama. Kami ingin membangun sinergi yang baik sehingga setiap persoalan yang berkembang di masyarakat dapat dikomunikasikan sejak awal dan dicarikan solusi bersama,” ujar Ade.

Ia menegaskan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga kesejukan kehidupan bermasyarakat. Nasihat dan pesan keagamaan mengenai toleransi, persaudaraan, serta sikap bijak dalam menerima informasi dapat membantu masyarakat terhindar dari pengaruh provokasi yang berpotensi mengganggu kerukunan.

Menurut Ade, penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, intoleransi, maupun isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) perlu diantisipasi melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat.

“Peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada umat agar tidak mudah terprovokasi, terutama oleh hoaks, ujaran kebencian, isu SARA maupun informasi yang dapat memicu konflik. Karena itu, komunikasi dua arah antara Polri dan tokoh agama perlu terus dibangun,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa komunikasi yang terjalin secara berkesinambungan juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas. Dengan adanya pertukaran informasi antara kepolisian dan tokoh agama, perkembangan situasi sosial di masyarakat dapat direspons lebih cepat sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar.

Ketua Walubi Kabupaten Kubu Raya, Edy Jonathan, menyambut positif kunjungan Kapolres Kubu Raya. Ia menilai silaturahmi tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempererat hubungan sekaligus menyamakan pandangan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan masyarakat.

“Kami menyambut baik kedatangan Bapak Kapolres Kubu Raya. Silaturahmi seperti ini penting karena membuka komunikasi secara langsung antara kepolisian dengan tokoh agama, sehingga kita bisa bersama-sama melihat persoalan yang ada dan menjaga suasana tetap aman serta kondusif,” ujar Edy.

Ia juga menyatakan kesiapan Walubi Kabupaten Kubu Raya untuk mendukung upaya kepolisian dalam memelihara toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, terciptanya lingkungan yang aman dan damai membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya aparat keamanan.

“Kami tentu siap bersinergi dan ikut menyampaikan kepada umat pentingnya menjaga kerukunan, saling menghormati dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Perbedaan jangan sampai menjadi alasan untuk saling menjauh atau menimbulkan persoalan,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan keagamaan. Koordinasi yang baik diharapkan dapat mendukung kelancaran setiap kegiatan sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaannya dengan aman dan saling menghormati.

Melalui penguatan kemitraan bersama tokoh agama, Polres Kubu Raya berharap tercipta lingkungan masyarakat yang semakin toleran, harmonis, dan tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, pencegahan, dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Polres Kubu Raya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan demi terwujudnya Kubu Raya yang aman dan damai. (Humas Polres Kubu Raya) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak