Kodam XII/Tpr Gelar TMMD ke-130 di Dua Wilayah Kalbar, Percepat Pembangunan Desa dan Perbatasan

Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura resmi memulai program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (13/10/2026). Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara serentak di dua wilayah sasaran melalui upacara yang dipimpin oleh kepala daerah setempat.

Pelaksanaan TMMD ke-130 kali ini melibatkan dua satuan komando kewilayahan, yakni Kodim 1209/Bengkayang dan Kodim 1210/Landak. Di Kabupaten Bengkayang, kegiatan dipusatkan di Desa Hli Buei, Kecamatan Siding, melalui program TMMD Reguler Perbatasan. Sementara di Kabupaten Landak, TMMD Reguler dilaksanakan di Desa Amboyo, Kecamatan Ngabang.

Dengan mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program terpadu lintas sektoral tersebut berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama TNI dan pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan perbatasan.

Aster Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Leo Octavianus M. Sinaga, S.Sos., menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus wujud nyata sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Menurutnya, pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program nonfisik yang menyentuh kebutuhan warga.

“Tujuan utama pelaksanaan TMMD ke-130 ini adalah membantu pemerintah daerah dalam mempercepat roda pembangunan di kawasan pedesaan. Kami memprioritaskan pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan dan fasilitas umum, serta sasaran nonfisik berupa penyuluhan dan kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar Kolonel Inf Leo Octavianus di Makodam XII/Tpr.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan menjadi faktor penting untuk memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang. Semangat gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kemajuan lingkungan.

“Melalui semangat gotong royong antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan warga lokal, kita ingin membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan perekonomian masyarakat desa, sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai benteng pertahanan negara,” pungkasnya.

Melalui TMMD ke-130 Tahun 2026, Kodam XII/Tpr berharap pembangunan di wilayah Bengkayang dan Landak dapat berjalan lebih cepat dan merata. Selain meningkatkan kualitas infrastruktur dan aksesibilitas masyarakat, program ini juga diharapkan memperkuat wawasan kebangsaan, mendorong pertumbuhan ekonomi desa, serta mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Dengan demikian, TMMD menjadi salah satu wujud nyata komitmen bersama dalam membangun Kalimantan Barat dari wilayah pedesaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh persatuan bangsa. (Pendam XII/Tpr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak