Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, bersama Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Donata Krisantus, mengikuti senam sehat bersama masyarakat di halaman Kantor Bupati Mempawah, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja TP PKK Provinsi Kalbar dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program PKK di Kabupaten Mempawah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolres Mempawah, Dandim 1203/Mempawah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mempawah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, perwakilan Bank Kalbar, serta ratusan kader PKK dan masyarakat.
Setelah senam sehat, kegiatan dilanjutkan dengan operasi pasar murah yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Program ini sekaligus menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengendalian inflasi di Kabupaten Mempawah.
Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Ny. Erlina Norsan, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi pasar murah tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat serta dukungan berbagai pihak.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari di tengah upaya menjaga kestabilan harga pangan.
“Bapak dan Ibu sekalian, kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekaligus menekan inflasi di Kabupaten Mempawah. Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari operasi pasar yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Mempawah ini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Kalbar bersama Dinas Perdagangan Provinsi Kalbar menyediakan paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, dan telur. Paket kebutuhan pokok dengan nilai awal Rp125.000 itu mendapatkan subsidi sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp90.000 per paket.
Ny. Erlina menjelaskan, subsidi tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dari harga awal Rp125.000, melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalbar, paket ini mendapat subsidi sehingga masyarakat cukup membayar Rp90.000,” jelasnya.
Terkait adanya permintaan masyarakat agar harga paket sembako diturunkan menjadi Rp50.000, Ny. Erlina menegaskan bahwa penetapan harga Rp90.000 dilakukan untuk menjaga keseragaman kebijakan operasi pasar murah di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Menurutnya, kesamaan harga tersebut merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat di seluruh wilayah mendapatkan kesempatan dan perlakuan yang setara dalam mengakses program subsidi kebutuhan pokok.
“Bukan berarti Ibu tidak mau memberikan harga Rp50.000. Namun, sebagai Ketua TP PKK Provinsi, Ibu harus memastikan kebijakan ini berlaku adil untuk semua daerah. Di 14 kabupaten/kota, harga paketnya sama, yaitu Rp90.000. Jadi, kita samakan agar seluruh masyarakat mendapatkan perlakuan yang setara,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terhadap operasi pasar murah tersebut terlihat dari banyaknya warga yang datang sejak pagi untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi. Tingginya minat masyarakat membuat ratusan paket yang disediakan dalam kegiatan itu habis terjual.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi Kalbar berharap dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung stabilitas harga dan pengendalian inflasi di Kalimantan Barat. (irf/ica) (Adpim Prov Kalbar)
