Wagub Kalbar apresiasi peran gereja dalam menjaga toleransi dan kelestarian lingkungan

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri Musyawarah Pastoral Keuskupan Sintang Tahun 2027 yang berlangsung di Rumah Retret Temenggung Tukung Kelam, Desa Merpak, Kabupaten Sintang, Selasa (27/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas peran Gereja Katolik dalam memperkuat toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lazarus, Bupati Sintang, Wakil Bupati Melawi, Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, serta para pastor dan umat Katolik. Musyawarah pastoral tersebut menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi pelayanan gereja sekaligus merumuskan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat.

Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan bahwa musyawarah pastoral memiliki peran penting dalam menentukan arah pelayanan gereja agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Selain memperkuat pembinaan umat, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan yang mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai.

Ia menegaskan bahwa keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan bagian penting dari identitas Kalimantan Barat yang perlu dijaga melalui sikap toleransi dan semangat persatuan.

“Kalimantan Barat merupakan rumah besar bagi masyarakat yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya. Keberagaman ini adalah kekayaan sekaligus modal sosial yang harus kita jaga bersama. Karena itu, toleransi, persatuan, dan kondusivitas daerah menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Menurut Krisantus, umat Katolik melalui Keuskupan Sintang telah mengambil bagian dalam mendukung pembangunan daerah. Kontribusi tersebut terlihat melalui berbagai kegiatan pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang turut mendukung peningkatan kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat.

Selain peran sosial tersebut, Krisantus secara khusus mengapresiasi komitmen Keuskupan Sintang dalam menjaga lingkungan hidup dan keutuhan ciptaan di bawah penggembalaan Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu menjadi bagian dari kehidupan bersama dan diwujudkan melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim, deforestasi, dan degradasi lingkungan merupakan tantangan yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh pihak. Keberadaan hutan, tanah, dan sungai di wilayah hulu Kapuas memiliki arti penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat sehingga kelestariannya perlu dijaga untuk generasi mendatang.

“Melalui musyawarah pastoral ini, saya berharap komitmen pelayanan gereja semakin kuat dan diwujudkan dalam gerakan nyata merawat bumi. Umat di seluruh paroki, khususnya di Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu, diharapkan dapat menjadi pelopor pelestarian lingkungan,” harapnya.

Lebih lanjut, Krisantus menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung berbagai gerakan keagamaan dan sosial yang berorientasi pada penguatan karakter, pembentukan moral, kepedulian terhadap lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dinilai penting untuk memperluas manfaat program pembangunan hingga ke tingkat masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah daerah, pemuka agama, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci mewujudkan Kalimantan Barat yang maju, sejahtera, dan harmonis,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Krisantus menyampaikan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral Keuskupan Sintang Tahun 2027. Ia berharap setiap proses dialog dan keputusan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas pelayanan gereja, mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, serta mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, nilai-nilai kebersamaan diharapkan terus tumbuh dan menjadi landasan dalam menjaga kedamaian, keharmonisan, serta kelestarian lingkungan di Kalimantan Barat. (irf/ica) (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak