Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., meninjau langsung pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Senin (2/11/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal kecepatan, kedisiplinan, dan sikap humanis tenaga kesehatan terhadap pasien.
Sidak dilakukan usai Ria Norsan mendampingi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, meninjau sejumlah ruang perawatan pasien di rumah sakit rujukan utama Kalimantan Barat tersebut.
Turut mendampingi dalam kegiatan itu, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Hendra, S.Sos., serta Direktur RSUD Soedarso.
Dalam peninjauan tersebut, Ria Norsan berinteraksi langsung dengan sejumlah pasien dan keluarga untuk mengetahui pengalaman mereka selama memperoleh pelayanan kesehatan di RSUD Soedarso.
Dari hasil dialog tersebut, Gubernur menyebut bahwa secara umum pelayanan rumah sakit telah berjalan dengan baik. Meski demikian, masih ditemukan keluhan masyarakat, terutama berkaitan dengan lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan pelayanan dokter spesialis.
“Dari hasil dialog dengan masyarakat, secara umum pelayanan sudah dinilai bagus. Namun, masih ada keluhan terkait pelayanan dokter spesialis karena pasien harus menunggu cukup lama,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, salah satu penyebab keterlambatan pelayanan tersebut adalah dokter spesialis yang sedang menangani tindakan operasi sehingga pelayanan di poliklinik mengalami penundaan.
Menyikapi kondisi tersebut, Ria Norsan meminta jajaran dokter dan manajemen rumah sakit lebih memperhatikan pengaturan waktu pelayanan agar kebutuhan pasien dapat ditangani secara optimal.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan tenaga medis menjadi hal penting, mengingat pasien yang datang ke rumah sakit membutuhkan penanganan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatannya.
“Saya meminta kepada para dokter yang bekerja di rumah sakit ini agar disiplin dengan waktu, karena pasien sudah lama menunggu dan membutuhkan pertolongan dengan cepat,” tegasnya.
Selain menyoroti ketepatan waktu, Gubernur juga mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan medis, tetapi juga menyangkut kepedulian, empati, dan ketulusan dalam membantu sesama.
Menurutnya, profesi dokter dan perawat memiliki tanggung jawab kemanusiaan yang harus diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, ikhlas, dan penuh perhatian kepada setiap pasien.
“Dokter dilantik pertama kali adalah untuk kemanusiaan dan menolong orang. Saya berpesan kepada para dokter dan perawat agar melayani masyarakat dengan senang hati dan ikhlas, sehingga hal tersebut dapat menjadi amal di kemudian hari,” pesannya.
Lebih lanjut, Ria Norsan berharap manajemen RSUD Soedarso segera melakukan evaluasi terhadap sistem penjadwalan dokter spesialis. Selain itu, komunikasi kepada pasien juga perlu diperbaiki, terutama apabila terjadi keterlambatan pelayanan akibat dokter sedang menjalankan tindakan medis.
Ia juga meminta agar kedisiplinan dan sikap empati seluruh tenaga kesehatan terus ditingkatkan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih nyaman dan tidak harus menunggu terlalu lama tanpa kepastian informasi.
“Harapan saya, RSUD Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalbar harus menjadi contoh pelayanan yang cepat, ramah, dan manusiawi. Jangan sampai masyarakat kita yang sudah sakit harus semakin terbebani karena menunggu terlalu lama. Layani dengan hati, karena kesehatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah,” pungkasnya.
Melalui sidak tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap RSUD Soedarso terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, baik dari sisi profesionalisme tenaga medis maupun kualitas interaksi dengan masyarakat, sehingga kehadiran rumah sakit benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien. (irf/ica) (Adpim Prov Kalbar)
