PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, menghadiri konsultasi publik terkait perubahan daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalbar, yang digelar di Hotel Novotel Pontianak, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Mempawah, Bupati Landak, kepala OPD provinsi dan kabupaten, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, serta secara virtual oleh jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan perusahaan terkait.
Forum ini bertujuan memastikan PSN sejalan dengan pembangunan nasional dan daerah, memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Gubernur Ria Norsan optimis bahwa proyek di Mempawah dan Landak akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Proyek ini akan meningkatkan perekonomian Kalbar, khususnya di Mempawah dan Landak,” ujarnya. Ia menekankan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu sebagai momentum penting untuk hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
Proyek ini melibatkan PT Borneo Alumina Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Bukit Asam Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang Tbk. Menurut Norsan, PSN bukan sekadar investasi, tetapi instrumen penguatan industri pengolahan, peningkatan kontribusi manufaktur terhadap PDRB, serta pengungkit pencapaian target pertumbuhan ekonomi Kalbar tahun 2026–2030.
Meski optimistis, Gubernur menekankan perhatian pada lingkungan, termasuk tata ruang, kawasan hutan, pengelolaan limbah, reklamasi, dan reboisasi pascatambang. Ia juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bisa menjadi pekerja terampil hingga manajer.
Selain di Mempawah dan Landak, proyek smelter aluminium juga berjalan di Pulau Penebah, Kabupaten Kayong Utara, dengan sumber bauksit dari Ketapang dan Kayong. Pemerintah Provinsi siap mendukung penuh agar proyek berjalan lancar dan menguntungkan masyarakat.
Perubahan Permenko PSN ini, berdasarkan Permenko Nomor 12 Tahun 2024, mencakup pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu di Mempawah, smelter aluminium PT Inalum, pembangunan pembangkit listrik pendukung operasional smelter, serta rantai pasok bauksit yang melibatkan PT ANTAM Tbk dan mitra usaha terkait. (Adpim Prov Kalbar)

.jpeg)