KUBU RAYA – Menjelang salat tarawih, suasana khusyuk terasa di Masjid Al-Hidayah Rasau Jaya, Desa Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (26/2/2026).
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan kultum yang sarat pesan kehidupan kepada para jamaah.
Dalam tausiyah singkatnya,
Gubernur mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia pasti akan menghadapi kematian. Ia mengibaratkan perjalanan usia manusia seperti buah kelapa ada yang jatuh saat masih muda, ada yang di usia pertengahan, dan ada pula yang sampai masa tua.
“Dunia ini bukan tempat tinggal, melainkan tempat meninggal. Tempat tinggal yang sesungguhnya adalah di akhirat,” pesan Ria Norsan di hadapan jamaah.
Ia menekankan pentingnya menjaga langkah dan perbuatan agar senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menuturkan kisah seorang ulama asal Lumajang, KH Syarifuddin, yang wafat dalam keadaan mulia saat berada di masjid dalam aktivitas ibadah.
Sebaliknya, ia mengingatkan agar umat Muslim menjauhi perbuatan maksiat dan tempat-tempat yang dapat menyeret manusia pada kematian dalam kondisi yang tidak baik.
Gubernur Ria Norsan turut menyinggung keteladanan pengelolaan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta melalui sosok Ustadz Jazir. Menurutnya, konsep masjid yang memaksimalkan pelayanan kepada jamaah mulai dari kepedulian sosial hingga membantu musafir merupakan contoh nyata masjid sebagai pusat kemaslahatan umat.
Menutup kultumnya, Gubernur mengajak jamaah memanfaatkan sisa usia dengan memperbanyak amal ibadah serta meningkatkan iman dan takwa.
“Mari kita isi sisa umur dengan kebaikan dan ibadah, agar ketika Allah SWT memanggil kita, kita kembali dengan hati yang tenang dan bekal yang cukup,” pungkasnya. (rfa/ica) (Adpim Prov Kalbar)

