Pemkab Ketapang Gelar Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Gratis Tahun 2026

Pemerintah Kabupaten Ketapang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan melalui pelaksanaan Bakti Sosial Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Celah Langit-Langit Tahun 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui RSUD Dr. Agoesdjam bekerja sama dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung serta sejumlah mitra dan sponsor, di antaranya Bank Kalbar, PT Cargill, PT Borneo Alumina Prima (BGA), PT Permata Sawit Mandiri (PSM), PT Gobel Dharma Sarana Karya (GDSK), Julvan Teruna, dan mitra perusahaan lainnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Ketapang Repalianto, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Ketapang, pada Sabtu (14/02/2026) di Aula RSUD Dr. Agoesdjam.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk YPPCBL Bandung, Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, serta Smile Train Indonesia atas kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat Kabupaten Ketapang.

Sekda menjelaskan bahwa celah bibir dan celah langit-langit merupakan kelainan bawaan yang berdampak pada kesehatan, tumbuh kembang, serta kondisi sosial dan psikologis penderitanya. Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan akses dan kemampuan ekonomi.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang mendukung penuh kegiatan kolaboratif seperti ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan berkeadilan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, rumah sakit, institusi pendidikan, dan lembaga sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. Agoesdjam, Drg. Basaria Rajagukguk, M.Sos., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan bakti sosial dilaksanakan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Februari 2026. Dari 27 peserta yang mendaftar, sebanyak 25 pasien dinyatakan memenuhi indikasi medis untuk menjalani tindakan operasi.

“Para peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang, mulai dari Manis Mata, Air Upas, dan Sandai, hingga wilayah perkotaan Ketapang,” jelasnya.

Ketua YPPCBL Bandung, Dr. Mantra Nandini, Drg., Sp.BM(K), MARS, mengungkapkan bahwa kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di Kabupaten Ketapang dan dapat berjalan dengan baik berkat dukungan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian bersama. Banyak keluarga pasien memiliki keterbatasan ekonomi dan akses informasi, sehingga kami mengajak semua pihak untuk turut menyebarluaskan informasi kegiatan sosial seperti ini,” tuturnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara RSUD Dr. Agoesdjam dan YPPCBL Bandung, serta peninjauan ruang perawatan pasien. Pada kesempatan itu, Sekda memberikan edukasi dan motivasi kepada para pasien serta keluarga agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan dan operasi.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ketapang berharap dapat terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian, gotong royong, dan kemitraan berkelanjutan dalam pelayanan kesehatan. (Prokopim Ketapang)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak