PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, meresmikan Selayar Kopitiam yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Pontianak, Jumat (13/2/2026). Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional kedai kopi tersebut.
Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan apresiasi atas hadirnya pelaku usaha baru di sektor kuliner yang dinilai mampu memperkuat peran UMKM sekaligus menghadirkan ruang interaksi dan kreativitas bagi masyarakat.
"Selamat atas grand opening Selayar Kopitiam. Semoga menjadi tempat yang nyaman untuk berdiskusi, membangun ide, dan menikmati kopi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pertumbuhan kedai kopi di Pontianak mencerminkan geliat ekonomi kreatif yang terus berkembang. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen mendorong UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing.
“UMKM seperti ini harus kita dukung. Tidak hanya membuka lapangan usaha, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari petani, pengolah, hingga pelaku usaha kedai kopi. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi dapat dirasakan secara merata.
“Budaya kopi sudah melekat di masyarakat Pontianak. Ke depan, kita ingin pengembangan kopi tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu dengan memperkuat petani kopi di Kalbar,” jelasnya.
Wagub berharap Selayar Kopitiam mampu tumbuh berkelanjutan serta memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, perwakilan owner Selayar Kopitiam, Rahmat, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan sehingga usaha tersebut dapat resmi dibuka.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur dan seluruh tamu undangan. Selayar berarti sejalan dan sehati, menjadi semangat kami dalam membangun usaha ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya terbuka terhadap masukan masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Peresmian ini menjadi wujud dukungan terhadap pertumbuhan UMKM, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya minum kopi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak.
Sumber : Adpim Prov Kalbar

