MELAWI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menaruh perhatian serius terhadap kondisi SMKN 1 Nanga Pinoh yang kerap mengalami genangan air. Permasalahan tersebut dinilai berdampak langsung pada kenyamanan serta kelancaran proses belajar mengajar para siswa.
Hal itu disampaikan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat meninjau langsung lingkungan sekolah di Kabupaten Melawi, Selasa (24/2/2026).
Gubernur menjelaskan, genangan air terjadi akibat sistem drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga air hujan menggenangi akses jalan dan area sekolah. Kondisi tersebut membuat siswa harus melintasi genangan air saat datang dan pulang sekolah.
“Ini tentu mengganggu aktivitas belajar anak-anak. Kalau setiap hari harus melewati genangan, kenyamanan dan kesehatan juga terpengaruh. Insyaallah akan segera kita carikan solusinya,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Provinsi akan mendorong perbaikan drainase di sekitar sekolah. Namun untuk jangka panjang, Gubernur juga membuka opsi relokasi SMKN 1 Nanga Pinoh ke lokasi yang lebih luas dan aman dari risiko banjir.
Saat ini, jumlah siswa SMK tersebut mencapai sekitar 700 orang dan diperkirakan terus meningkat setiap tahun. Dalam lima tahun ke depan, jumlah siswa bahkan diproyeksikan bisa mencapai 2.000 orang.
“Kita perlu berpikir ke depan. Kita akan cari lahan yang lebih luas dan membangun satu kawasan sekolah yang representatif agar mampu menampung pertumbuhan jumlah siswa,” jelasnya.
Dengan tersedianya lokasi baru yang lebih memadai, diharapkan permasalahan lingkungan tidak lagi menjadi kendala dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyempatkan diri menyapa serta memberikan motivasi kepada para siswa SMKN 1 Nanga Pinoh agar terus giat belajar dan mengembangkan keterampilan.
“Anak-anakku harus rajin belajar dan memperbanyak ilmu. SMK dengan berbagai jurusan siap kerja ini sangat penting untuk mencetak lulusan yang terampil, mandiri, dan siap masuk dunia industri,” pesannya.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur menyerahkan bantuan pendidikan berupa 25 paket seragam sekolah dan 50 tumbler kepada siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat menambah semangat belajar sekaligus menumbuhkan budaya hidup sehat dan peduli lingkungan di lingkungan sekolah. (rfa/ica) (Adpim Prov Kalbar)

