PONTIANAK – Momentum berbuka puasa di bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan empati, serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Nilai kebersamaan dan kepedulian tersebut tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama anak-anak penyandang thalasemia dan pejuang kanker yang diselenggarakan di Rumah Dinas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. Harisson, M.Kes., bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Windy Prihastari, S.STP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua POPTI Kalbar dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kalbar.
Menjelang waktu berbuka, anak-anak yang hadir dihibur dengan atraksi sulap serta berbagai permainan yang menghadirkan keceriaan dan tawa. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kalbar juga menyerahkan hampers sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada anak-anak penyandang thalasemia dan para pejuang kanker.
Dalam sambutannya, Sekda Kalbar menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud silaturahmi sekaligus upaya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan penyakit.
“Kita bersyukur kepada Tuhan karena masih dapat berkumpul bersama hari ini. Tujuan kita sederhana, yaitu bersilaturahmi dan ingin membahagiakan adik-adik semua. Kami ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, bahwa banyak orang yang peduli dan mendukung mereka,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap kuat dan tidak menyerah dalam menjalani pengobatan maupun pendidikan.
“Adik-adik harus tetap kuat. Mungkin kondisi kalian berbeda dengan anak-anak lainnya, tetapi itu bukan berarti kalian tidak bisa meraih cita-cita. Dengan terus berjuang, rajin menjalani pengobatan, transfusi, dan tetap semangat belajar, adik-adik dapat meraih masa depan yang baik,” kata Harisson.
Sekda juga membagikan pengalaman pribadinya sebagai orang tua dari anak penyandang thalasemia yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi.
“Saya memiliki anak yang juga penyandang thalasemia dan saat ini sudah kuliah semester tujuh. Artinya, jika kita kuat dan disiplin menjalani pengobatan, kita tetap bisa bersekolah, berprestasi, dan menjalani kehidupan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk bagi penyandang thalasemia dan pejuang kanker.
“Rumah sakit kita terus berbenah. Jika dulu suasana rumah sakit terasa suram, kini pelayanan semakin baik dan fasilitas semakin nyaman bagi pasien,” ujarnya.
Harisson juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan pembangunan fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat.
“Tahun depan pemerintah pusat akan mengalokasikan sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan fasilitas di rumah sakit. Nantinya akan dibangun pusat pendidikan dokter spesialis dan juga pusat layanan kanker. Mudah-mudahan Rumah Sakit Soedarso dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal kepada masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kalbar Windy Prihastari menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan memberikan dukungan moral bagi anak-anak penyandang thalasemia dan pejuang kanker.
“Kegiatan seperti ini sebenarnya rutin kita lakukan. Kebetulan saat ini bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga kita kemas dalam bentuk buka puasa bersama sekaligus mempererat silaturahmi,” tuturnya.
Menurut Windy, kehadiran hiburan serta suasana kebersamaan diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak yang sedang menjalani pengobatan.
“Tadi kita hadirkan badut dan berbagai hiburan agar anak-anak merasa senang. Bahkan ada yang datang langsung dari rumah sakit setelah transfusi darah, masih dengan bekas jarum di tangannya, tetapi mereka tetap datang dan terlihat sangat bahagia,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat menambah motivasi anak-anak untuk terus berjuang menjalani pengobatan dan meraih masa depan yang baik.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat mereka untuk terus berjuang menjalani pengobatan dan menjalani kehidupan dengan optimis,” kata Windy.
Windy juga menegaskan bahwa penyandang thalasemia tetap memiliki peluang besar untuk meraih masa depan yang baik apabila mendapatkan perawatan yang tepat sejak dini.
“Anak-anak thalasemia jika dirawat dengan baik sejak kecil dapat tumbuh dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya. Bahkan ada yang sudah bekerja, berkeluarga, dan ada juga yang sedang menempuh pendidikan di fakultas kedokteran,” jelasnya.
Ia menilai keberadaan komunitas orang tua penyandang thalasemia sangat penting sebagai wadah untuk saling berbagi pengalaman dan memberikan dukungan.
“Para orang tua biasanya saling bertukar cerita, memberi semangat, serta berbagi pengalaman tentang bagaimana merawat anak-anak mereka. Dukungan seperti ini sangat penting bagi keluarga penyandang thalasemia,” ujarnya.
Terkait pelayanan kesehatan, Windy juga menyampaikan bahwa pelayanan bagi pasien thalasemia dan kanker di Rumah Sakit Soedarso terus mengalami peningkatan.
“Kami melihat pelayanan di Rumah Sakit Soedarso semakin baik, baik bagi pasien thalasemia maupun kanker. Bahkan kami juga mengajukan agar Yayasan Kanker Indonesia Kalbar nantinya memiliki sekretariat di Rumah Sakit Soedarso,” ungkapnya.
Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker.
“Dengan adanya kolaborasi antara Dharma Wanita, Yayasan Kanker Indonesia, IKA Smansa Pontianak, serta Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalasemia Indonesia, kami berharap edukasi mengenai kanker dan thalasemia dapat semakin luas dan dipahami oleh masyarakat,” tutupnya. (Wnd/irm) (Adpim Prov Kalbar)

