Kunjungi Paroki Emanuel Sukadana, Wagub Kalbar Tekankan Pentingnya Toleransi Antarumat

KAYONG UTARA - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar), Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., berdiskusi bersama jajaran Dewan Pengurus Paroki Emanuel Sukadana di Pastoran Emanuel, Desa Sutera, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (7/3/2026).

Kedatangan Wagub Kalbar disambut langsung oleh Pastor Paroki Emanuel Sukadana, Yohanis Sedik, OSA., bersama jajaran pengurus paroki. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, jajaran Forkopimda, serta sejumlah Perangkat Daerah Kabupaten Kayong Utara.

Dalam sambutannya, Krisantus menyampaikan bahwa kehadirannya di Paroki Emanuel Sukadana berawal dari aspirasi Pastor Paroki yang meminta dirinya menyempatkan waktu berkunjung saat berada di wilayah Kayong Utara.

“Hari ini sebenarnya agenda saya cukup padat sejak turun dari pesawat hingga ke Ketapang. Namun ada aspirasi dari Pastor Paroki agar saya bisa mampir ke sini. Karena itu saya menyempatkan diri untuk datang dan berdiskusi bersama,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban memastikan kehidupan beragama di Indonesia dapat berjalan dengan baik, karena kebebasan beragama telah dijamin oleh undang-undang.

“Keberagaman agama di Republik Indonesia ini dilindungi oleh undang-undang dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan pembinaan serta pengayoman kepada seluruh umat beragama,” jelasnya.

Sebagai Wakil Gubernur, Krisantus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kerukunan antarumat beragama di Kalimantan Barat.

“Saya selalu menyampaikan bahwa sebagai pemimpin saya harus berdiri di tengah-tengah. Saya harus mencintai semua umat tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang,” ungkapnya.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan persatuan di Kalimantan Barat.

“Di Kalbar ini kita sangat menjaga kerukunan. Jangan sampai perbedaan agama, suku, atau warna kulit menjadi sumber pertentangan. Justru perbedaan itu harus kita syukuri sebagai anugerah dari Tuhan,” tuturnya.

Wagub juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita semua ini sesama manusia. Tidak ada alasan untuk saling memusuhi hanya karena perbedaan. Justru kita harus saling menghargai dan hidup rukun,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga mempersilakan pihak paroki menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan umat.

“Silakan Pastor dan pengurus menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan atau aspirasi di sini. Jangan sungkan untuk menyampaikan kepada pemerintah,” tutupnya.

Sementara itu, Pastor Paroki Emanuel Sukadana, Yohanis Sedik, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Paroki Emanuel akan menjadi tuan rumah kegiatan Temu Orang Muda Katolik Regio Dekanat Barat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti oleh lebih dari 200 orang muda Katolik dari beberapa paroki di wilayah sekitar.

“Beberapa bulan ke depan akan ada kegiatan Temu Orang Muda Katolik Regio Dekanat Barat yang diikuti sekitar 200 orang peserta dari beberapa paroki, termasuk Paroki Sukadana, Kendawangan, dan paroki lainnya,” ungkapnya.

Pastor Yohanis juga mengapresiasi kehadiran Wagub Kalbar yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dan berdiskusi bersama umat Paroki Emanuel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang telah berkenan hadir dan bertemu dengan kami di sini,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menyampaikan bahwa kondisi kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kayong Utara hingga saat ini berjalan dengan baik dan kondusif.

“Di Kabupaten Kayong Utara ini kehidupan antarumat beragama sangat kondusif. Sampai saat ini belum pernah terjadi gesekan antarumat beragama. Ini menjadi modal penting bagi kami dalam membangun daerah,” katanya.

Ia berharap seluruh masyarakat terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kami berharap seluruh masyarakat terus menjaga kondisi yang baik ini. Perbedaan agama dan suku bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun daerah bersama-sama,” tutupnya. (wnd/nzr) (Adpim Prov Kalbar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak