LANDAK - Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Keraton Ismahayana saat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan kultum kepada jamaah shalat tarawih, Minggu malam (1/3/2026). Dalam tausiyahnya, Gubernur menekankan pentingnya kesadaran spiritual melalui empat perkara penting yang bersifat mutlak dan tidak dapat diulang kembali.
Kegiatan ini dihadiri jajaran OPD Pemprov Kalbar serta tokoh masyarakat, menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus pengingat bagi umat Muslim di tengah kesibukan ibadah puasa.
Gubernur menekankan empat hal yang jika telah berlalu, tidak akan kembali dan harus dijadikan pedoman hidup:
-
Umur – Setiap manusia memiliki batas usia yang terus berkurang. “Sisa umur harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan sebelum waktu tersebut habis,” ujar Ria Norsan.
-
Waktu – Waktu adalah aset paling berharga yang tak dapat diputar kembali. “Mari disiplin dalam beribadah dan jangan sia-siakan kesempatan yang ada,” tambahnya.
-
Masa muda – Masa muda merupakan puncak kekuatan fisik dan semangat. “Gunakan energi untuk hal-hal bermanfaat bagi agama dan sesama sebelum masa tua tiba,” terang Gubernur.
-
Harta benda – Harta merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. “Pastikan setiap harta diperoleh secara halal dan dibelanjakan di jalan yang benar,” tegasnya.
Dengan menekankan keempat pedoman tersebut, Gubernur berharap masyarakat Landak dapat menjalani sisa bulan Ramadan dengan kualitas ibadah yang meningkat. “Mari gunakan umur dan kesempatan hidup sebaik-baiknya untuk memperkuat iman dan takwa,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, Gubernur menyerahkan bantuan simbolis berupa sarung sholat, mukena, Al-Qur’an, serta uang tunai senilai Rp30 juta kepada pengurus Masjid Jami’ Keraton Ismahayana. (rfa/nzr) (Adpim Prov Kalbar)