Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama penerapan Work From Anywhere (WFA) menjelang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam podcast BPSDM Provinsi Kalbar bertema produktivitas ASN di masa WFA, yang digelar di Ruang Podcast BPSDM Kalbar, Selasa (17/3/2026).
Kebijakan WFA ini mengacu pada Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 tentang penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan ASN selama libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi dan Idulfitri.
Dalam edaran tersebut, instansi pemerintah diberikan fleksibilitas dalam pengaturan kerja ASN dengan tetap memperhatikan jenis tugas, kriteria, serta mekanisme kerja sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 4 Tahun 2025.
“Pelaksanaan WFA bukan berarti mengurangi kinerja. ASN tetap dituntut produktif dan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, sama seperti saat bekerja di kantor,” tegas Harisson.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalbar juga telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Gubernur terkait pelaksanaan WFA pada momen hari besar keagamaan.
Dalam pengaturannya, sebanyak 75 persen ASN melaksanakan WFA, sementara 25 persen lainnya tetap bekerja dari kantor. Skema ini diberlakukan pada 16–17 Maret 2026 dan kembali dilanjutkan pada 25–27 Maret 2026, setelah masa hari raya dan cuti bersama.
“Perlu dipahami, WFA bukanlah libur. ASN tetap memiliki kewajiban memberikan pelayanan. Sektor tertentu seperti kesehatan, transportasi, serta ketenteraman dan ketertiban tetap bekerja penuh,” jelasnya.
Harisson juga menegaskan bahwa pengaturan teknis pelaksanaan WFA diserahkan kepada masing-masing kepala perangkat daerah, dengan memastikan layanan publik tidak terganggu.
“Pimpinan perangkat daerah bertanggung jawab mengatur pembagian tugas. Walaupun WFA, harus tetap ada pegawai yang siaga di kantor,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan ASN untuk tetap bijak membagi waktu antara tugas dan silaturahmi selama momen hari besar keagamaan.
“Silaturahmi penting, namun jika ada tugas mendesak, maka harus diprioritaskan. Itu yang menjadi penekanan kami,” pungkasnya. (Adpim Prov Kalbar)

