SANGGAU – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., melaksanakan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sanggau di Rumah Dinas Jabatan Bupati Sanggau, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wakil Gubernur Kalbar di Kabupaten Sanggau dalam rangka menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sanggau Tahun 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/3/2026) di Aula Hotel Harvey Sanggau.
Dalam kesempatan itu, Krisantus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh masyarakat serta menekankan pentingnya momentum Ramadan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi.
“Saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bagian dari silaturahmi Ramadan yang kita laksanakan di Rumah Jabatan Bupati Sanggau,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya hubungan persaudaraan di tengah masyarakat yang hidup dalam keberagaman.
“Kita semua berkumpul dan membaur tanpa memandang suku, agama, maupun latar belakang lainnya. Saya berharap momentum Ramadan ini semakin mempererat hubungan silaturahmi di antara kita semua,” harapnya.
Diketahui, selain menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus juga dipercaya sebagai Ketua Satuan Tugas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat. Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sanggau, ia dijadwalkan menghadiri sekaligus membuka kegiatan Musrenbang RKPD Tahun 2027.
Dalam forum tersebut, Wagub akan menekankan pentingnya sinergi program pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam upaya meningkatkan IPM di Kalimantan Barat.
Ia menyebut beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi kerakyatan, serta pengendalian harga bahan pokok yang kerap menjadi pemicu inflasi menjelang hari besar keagamaan.
Terkait persoalan inflasi yang sering muncul menjelang hari raya, Krisantus menilai perlu adanya langkah strategis dengan membangun sentra-sentra produksi bahan pangan di daerah.
“Misalnya ayam dan telur yang sering mengalami kekurangan, begitu juga tempe, tahu, dan kebutuhan lainnya. Mengapa kita tidak membangun sentra produksi? Operasi pasar memang bisa dilakukan, tetapi sifatnya terbatas dan biasanya hanya di perkotaan dengan jumlah sekitar seribu hingga dua ribu paket. Dampaknya tentu tidak terlalu kuat terhadap inflasi,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan sentra produksi pangan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Karena itu, ke depan kita perlu membangun sentra-sentra produksi untuk memenuhi kebutuhan pokok yang sering mengalami kekurangan setiap hari raya,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut memerlukan sinkronisasi program antara perangkat daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar upaya menjaga ketersediaan bahan pokok dapat berjalan lebih efektif. (Adpim Prov Kalbar)

