Gubernur Ria Norsan Ajak PErantau Ketapang Jadikan Momentum Halal Bihalal Sebagai Semangat Pondasi Pembangunan

Dalam suasana hangat silaturahmi dan halal bihalal bersama masyarakat Ketapang se-perantauan di Pontianak yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (11/4/2026), Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, MM., MH., memaparkan peta jalan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Kalimantan Barat.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga momentum penting untuk menyampaikan target besar pembangunan daerah tahun 2026–2028, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Gubernur mengawali sambutannya dengan mengenang masa tugasnya di Ketapang pada tahun 1992 hingga 1995. Ia menceritakan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur vital seperti Pelabuhan Kandang Kerbau (Sukabangun) serta jembatan kayu di Pesaguan yang saat itu masih menggunakan sistem feri penyeberangan.

“Ketapang memiliki sejarah panjang bagi saya. Dari membangun pelabuhan hingga mengenal tokoh-tokoh lokal seperti Pak Haji Lonang yang legendaris dengan warung kopinya, kedekatan ini menjadi motivasi bagi saya untuk memastikan wilayah ini terus berkembang,” ujar Ria Norsan.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak, Gubernur menjelaskan bahwa tantangan utama di Ketapang adalah tingginya beban kendaraan operasional tambang yang melebihi kapasitas jalan.

“Jalan yang dirancang untuk beban 8 ton sering menanggung beban hingga 16 ton oleh truk-truk pengangkut tambang, sehingga kerusakan berulang meskipun sudah dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dengan APBD Provinsi Kalimantan Barat sebesar Rp5,4 triliun, pemerintah harus membagi fokus antara pemeliharaan jalan provinsi dan pembangunan ruas jalan baru di wilayah yang sangat luas.

Sebagai langkah strategis, pemerintah kembali mengaktifkan Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk memastikan pemeliharaan rutin pasca pembangunan dapat berjalan optimal.

“UPJJ yang sempat dihapus lima tahun lalu kini diaktifkan kembali agar pemeliharaan jalan bisa dilakukan secara berkelanjutan,” terangnya.

Dalam paparannya, Gubernur menegaskan beberapa ruas jalan prioritas yang akan ditangani secara bertahap hingga tahun 2028, antara lain ruas Sungai Nanjung–Kendawangan yang menjadi prioritas perbaikan tahun 2026, jalur Air Upas–Manis Mata dengan proyek pengerasan dan perbaikan sepanjang lebih dari 100 kilometer, serta konektivitas Teluk Batang–Sukadana yang ditargetkan selesai sebelum Agustus 2026 untuk mendukung pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi di Kayong Utara.

Selain itu, pembangunan jalan strategis melalui jalur Perawas juga menjadi perhatian, dengan pembukaan badan jalan selebar 10 meter dari Pontianak menuju Kayong Utara melalui Perawas yang diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh menjadi sekitar enam jam menuju Kayong Utara dan tambahan 1,5 jam menuju Ketapang.

Menutup paparannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk menuntaskan persoalan infrastruktur jalan di wilayah selatan Kalimantan Barat pada tahun 2028.

“Kita ingin bergerak cepat. Meskipun anggaran terbatas, dengan perencanaan yang tepat dan dukungan masyarakat, kita optimis wajah infrastruktur di selatan Kalbar akan berubah dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” pungkasnya. (rfa/ica) (Adpim Prov Kalbar)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak