Musrenbang Sambas 2027 Fokus Pada Pertanian dan Kesejahteraan Masyarakat

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sambas Tahun 2027 menjadi momentum strategis dalam menyepakati arah kebijakan, prioritas program, serta penyelarasan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Forum ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan perencanaan pembangunan yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., dalam arahannya menegaskan pentingnya fokus pembangunan pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung terhadap masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., Wakil Bupati Sambas Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T., jajaran Forkopimda, serta perangkat daerah, di Aula Kantor Bupati Sambas, Jumat (17/4/2026).

“Pertumbuhan ekonomi Kalbar terus meningkat dari tahun ke tahun. Artinya, kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk di Sambas, sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, serta perdagangan masih menjadi penopang utama ekonomi Kalbar. Oleh karena itu, dengan keterbatasan anggaran, pemerintah daerah diminta untuk menetapkan prioritas yang tepat.

“Kita harus fokus. Tidak semua program bisa dijalankan sekaligus. Pilih sektor yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berorientasi pada angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Jangan sampai pertumbuhan tinggi, tetapi tidak dirasakan masyarakat. Kita belajar dari daerah lain yang bergantung pada sektor tambang, namun kesejahteraan masyarakatnya tidak ikut meningkat,” katanya.

Dalam konteks ketahanan pangan, Harisson menekankan pentingnya keberpihakan kepada petani sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

“Jika kita ingin swasembada pangan, maka kita harus berpihak pada petani. Jangan sampai petani kita tidak mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan adanya potensi peralihan dari tanaman pangan ke sektor perkebunan yang dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi.

“Jika tidak ada intervensi, lahan sawah bisa berkurang karena petani beralih ke komoditas lain. Ini harus kita antisipasi bersama,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh perangkat daerah, khususnya dinas terkait, untuk bekerja terarah dalam mendukung petani, mulai dari produksi hingga pemasaran.

“Jika petani sejahtera, maka ekonomi daerah akan ikut tumbuh,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Sambas, Satono, menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan di Kabupaten Sambas menunjukkan tren positif di tengah tantangan global.

“Alhamdulillah, Indeks Pembangunan Manusia kita meningkat menjadi 72,8. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak,” ungkapnya.

Selain itu, angka kemiskinan menurun dari 6,53 persen menjadi 6,37 persen, serta tingkat pengangguran juga menunjukkan penurunan.

“Walaupun tidak signifikan, ini menunjukkan arah pembangunan yang semakin baik,” jelasnya.

Satono juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah.

“Tidak ada lagi superman, yang ada adalah super team. Semua capaian ini merupakan hasil kerja bersama,” tegasnya.

Ia berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jembatan.

“Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Sebagai daerah lumbung pangan, Sambas juga berkomitmen menjaga stabilitas produksi pertanian, khususnya padi.

“Sambas masih surplus pangan dengan produksi gabah mencapai ratusan ribu ton, dan ini harus terus kita pertahankan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, penguatan sektor hilir juga diperlukan agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jika hasil panen memiliki nilai jual lebih tinggi, maka kesejahteraan petani juga akan meningkat,” tutupnya. (wnd/nzr) (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak