Seminar Strategi Layanan Kesehatan Jadi Wadah Lahirnya Ide Baru Arsitektur Faskes

Dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Sekda Kalbar), dr. H.Harisson, M.Kes., dalam agenda Seminar Strategi Layanan dan Desain Fasilitas Kesehatan yang digelar oleh Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Ibis Pontianak, Selasa (21/4/2026).

Hal tersebut bertujuan untuk menjadi ruang bersama dalam menyatukan perspektif antara tenaga kesehatan dan arsitek dalam merancang fasilitas kesehatan yang lebih baik, fungsional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga medis, akademisi, hingga praktisi arsitektur, guna merumuskan strategi yang lebih inovatif dalam pengembangan rumah sakit dan puskesmas di Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Sekda Kalbar Harisson mengatakan bahwa seminar ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan perkembangan ilmu arsitektur dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan. Kolaborasi antara arsitek dan tenaga medis sangat menentukan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

“Ini adalah seminar kolaborasi antara arsitek dengan Ikatan Dokter Indonesia di Kalimantan Barat. Mereka membicarakan perkembangan terbaru terkait bagaimana desain rumah sakit dapat dipadukan dengan kebutuhan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Ia berharap melalui forum ini akan lahir berbagai gagasan baru yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan ke depan. Menurutnya, pertukaran pengetahuan antara dua profesi ini akan memberikan dampak signifikan terhadap kemudahan layanan bagi masyarakat.

“Saya harapkan akan banyak ilmu baru yang didapat oleh kedua belah pihak, dengan begitu pelayanan kesehatan bisa menjadi lebih mudah, lebih efektif, dan pada akhirnya kualitas layanan di Kalbar semakin baik,” tambahnya.

Harisson menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung para arsitek untuk terus berinovasi, khususnya dalam merancang fasilitas kesehatan yang tidak hanya modern tetapi juga memiliki identitas lokal.

“Pemerintah provinsi tentu sangat mendukung teman-teman arsitek untuk menuangkan ide-ide terbaiknya dalam perbaikan fasilitas kesehatan. Melalui seminar ini, mereka bisa mengembangkan gagasan baru yang aplikatif,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya mengangkat kearifan lokal dalam desain bangunan fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat berkaitan dengan nilai budaya daerah yang harus tetap menjadi bagian dari identitas arsitektur.

“Saya sudah tekankan agar arsitek di Kalbar menonjolkan kearifan lokal. Bangunan boleh modern, tetapi fasad (penampilan bangunan) dan elemen arsitekturnya tetap mencerminkan budaya lokal. Ini penting agar identitas daerah tetap terjaga,” pungkas Harisson.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa dalam setiap perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan, peran arsitek selama ini sudah menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan.

“Selama ini dalam perencanaan rumah sakit maupun puskesmas, kita selalu melibatkan arsitek, ini menunjukkan bahwa peran mereka sangat vital dalam menciptakan fasilitas yang mendukung pelayanan kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Ar. M. Ridha Alhamdani, IAI., menyampaikan bahwa seminar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas profesi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pendekatan desain yang tepat.

“Seminar ini mempertemukan arsitek dengan tenaga medis untuk membahas perkembangan terbaru dalam desain fasilitas kesehatan. Bagaimana desain rumah sakit bisa benar-benar mendukung kebutuhan petugas kesehatan dalam melayani pasien,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan banyak wawasan baru yang bermanfaat bagi kedua profesi.

“Kami berharap akan banyak ilmu baru yang bisa dipertukarkan melalui kolaborasi ini, kualitas pelayanan secara keseluruhan bisa menjadi lebih baik, dan tentu berdampak positif bagi masyarakat,” kata Ridha.

Ridha turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang terus mendorong para arsitek untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.

“Dukungan dari pemerintah sangat penting agar arsitek dapat terus berinovasi dan menuangkan ide-ide kreatifnya dalam pengembangan fasilitas kesehatan di Kalbar,” tuturnya.

Ia juga sejalan dengan Sekda Kalbar dalam mendorong penerapan kearifan lokal dalam desain bangunan.

“Kami juga mendorong agar arsitek-arsitek lokal di Kalbar dapat diadopsi dan diberdayakan. Bangunan modern tetap bisa dikembangkan, tetapi harus tetap menonjolkan budaya lokal sebagai identitas daerah,” tutupnya.

Melalui seminar ini, diharapkan akan lahir konsep-konsep baru dalam perancangan fasilitas kesehatan yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis dan estetika, tetapi juga kenyamanan, efisiensi pelayanan, serta nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas Kalimantan Barat. (Wnd/ica) (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak