Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara melalui program unggulan Persit BISA. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Tenun Sidan, kain tradisional khas Suku Dayak Iban dari Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin (4/5/2026).
Tenun Sidan dipilih sebagai produk unggulan karena memiliki nilai historis dan filosofi budaya yang kuat, sekaligus menjadi identitas masyarakat adat Kalimantan Barat. Melalui program ini, Persit KCK Daerah XII/Tpr berupaya memperluas pengenalan Tenun Sidan ke masyarakat luas di tingkat nasional, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang melekat.
Tidak hanya sebatas pelestarian, Persit juga mendorong inovasi dalam pengembangan produk, mulai dari variasi motif, warna, hingga desain yang lebih modern agar mampu bersaing di pasar kreatif masa kini.
Salah satu anggota Persit, Ny. Malinda Dwi Hatdi dari Persit KCK Ranting 7 Yonif TP 882/Hulubalang Cabang LIX Brigif 19, turut aktif berkontribusi dalam pengembangan Tenun Sidan. Ia menghadirkan berbagai kreasi yang memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern, sehingga lebih adaptif terhadap selera pasar tanpa meninggalkan nilai budaya.
Selain aspek pelestarian budaya, pengembangan Tenun Sidan juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif dan UMKM di lingkungan Persit. Program ini diharapkan mampu membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong kemandirian ekonomi anggota dan masyarakat.
Melalui program Persit BISA yang juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, diharapkan semakin banyak anggota yang berperan aktif dalam menjaga budaya daerah.
Dengan demikian, Tenun Sidan tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga semakin mengukuhkan peran Persit dalam melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus mengangkat potensi lokal Kalimantan Barat. (Pendam XII/Tpr)

