TP PKK Kalbar Ajak Masyarakat Perkuat Gizi Keluarga dan Cegah Stunting di Kubu Raya

Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Donata Krisantus, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi ibu hamil dan balita sebagai langkah konkret dalam pencegahan stunting menuju Generasi Emas Kalbar 2045.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kampanye Kesehatan Akselerasi Peningkatan Derajat Kesehatan Keluarga yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Kakap, Selasa (19/5/2026).

Dalam sambutannya, Donata menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Kesehatan, TP PKK, kader kesehatan, serta seluruh unsur masyarakat dalam mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Sadar gizi dan kampanye peningkatan derajat kesehatan keluarga ini adalah bagian dari upaya bersama kita untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat penimbangan balita, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan perubahan perilaku kesehatan di tingkat keluarga.

“Posyandu bukan hanya tempat menimbang bayi, tetapi juga pusat edukasi dan penggerak perubahan sosial di masyarakat. Karena itu, perannya harus terus diperkuat,” tegasnya.

Donata juga memaparkan data stunting di Kalimantan Barat berdasarkan SSGI 2024 yang masih berada di angka 26,8 persen, sementara Kabupaten Kubu Raya mencapai 30,23 persen. Namun berdasarkan data program Sigizi 2025, angka tersebut tercatat menurun menjadi 14 persen di Kalbar dan 8,7 persen di Kubu Raya.

Ia menilai perbedaan data tersebut tidak perlu menjadi perdebatan, melainkan harus menjadi dorongan untuk terus memperkuat upaya penanganan stunting secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada edukasi gizi, keterlibatan keluarga, serta peran aktif kader kesehatan di lapangan.

Melalui kegiatan kampanye ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, sekaligus meningkatkan kemampuan kader dalam mengedukasi dan mengolah makanan tambahan berbasis bahan pangan lokal.

Donata juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang terdiri dari organisasi perempuan, lintas sektor, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta ibu hamil yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Mari kita bersama-sama berkomitmen untuk mencegah stunting sejak dini, dimulai dari remaja putri agar siap menjalani kehamilan dengan kondisi sehat dan pengetahuan gizi yang baik,” tutupnya. (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak