Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, menegaskan akan memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Kayong Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran BBM berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Wabup Amru usai memimpin rapat lintas sektor yang membahas distribusi BBM, sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kesulitan memperoleh BBM, khususnya di Kecamatan Seponti.
“Pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM di Kayong Utara, terutama di Kecamatan Seponti. Dari hasil pembahasan, stok BBM sebenarnya dalam kondisi aman, namun terdapat kendala pada penertiban dan pengaturan distribusinya,” ujar Amru di Sukadana, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, selama ini masih ditemukan adanya pelanggaran dalam proses penyaluran BBM di lapangan. Setelah dilakukan penertiban, alur distribusi kepada masyarakat sempat mengalami sedikit hambatan.
“Selama ini masih ada praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan. Ketika dilakukan penertiban, maka penyaluran ke masyarakat sempat tersendat,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara akan memperkuat pengawasan bersama Pertamina dan pengelola SPBU agar distribusi BBM berjalan lebih tertib.
Wabup Amru juga menginstruksikan para camat untuk menempatkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di setiap SPBU. Langkah ini dilakukan untuk membantu pengawasan langsung di lapangan agar distribusi BBM sesuai aturan.
“Kami akan membantu Pertamina dan pihak SPBU dalam pengawasan distribusi BBM. Saya sudah meminta para camat untuk menugaskan anggota Satpol PP di SPBU agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran,” tegasnya. (Prokopim Setda KKU)
