Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., meresmikan Teduh Coffee melalui prosesi pemotongan pita dan peninjauan langsung fasilitas kafe, Sabtu (06/06/2026). Kehadiran Teduh Coffee diharapkan menjadi ruang publik yang mampu memperkuat silaturahmi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor usaha dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang terus berinvestasi dan berkontribusi terhadap perkembangan daerah. Ia berharap Teduh Coffee dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun perekonomian lokal.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ketapang, saya mengucapkan selamat atas Grand Opening Teduh Coffee. Semoga usaha ini terus berkembang, sukses, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemajuan Kota Ketapang,” ujarnya.
Menurut Alexander Wilyo, menjamurnya kafe dan warung kopi di Ketapang menunjukkan tingginya budaya interaksi sosial masyarakat. Ia menilai keberadaan ruang-ruang publik tersebut memiliki peran penting sebagai tempat bertemu, berdiskusi, dan mempererat hubungan antarwarga.
“Ini menunjukkan masyarakat Ketapang memiliki budaya silaturahmi yang kuat. Tempat seperti ini dapat menjadi sarana bertukar pikiran dan membangun komunikasi yang baik dalam suasana yang santai,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi pemilihan nama “Teduh” yang dinilai sarat makna. Baginya, kata teduh mencerminkan suasana yang damai, menenangkan, dan mampu menjadi ruang untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Ketika berbagai tantangan muncul, ruang yang teduh dapat menjadi tempat untuk berdiskusi, mencari jalan keluar, dan memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Bupati turut menyinggung sejumlah isu yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk dinamika harga LPG dan fluktuasi harga kelapa sawit yang berpengaruh terhadap perekonomian warga Ketapang. Ia berharap berbagai persoalan tersebut dapat disikapi secara bijak melalui komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan.
“Masyarakat Ketapang banyak bergantung pada sektor perkebunan sawit. Karena itu, penting bagi kita menjaga komunikasi dan persatuan agar setiap persoalan dapat dihadapi bersama,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Alexander Wilyo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara budaya silaturahmi dan gotong royong sebagai modal penting dalam membangun daerah yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Sementara itu, Owner Teduh Coffee, Theo Bernadhi, S.Sos., mengatakan bahwa usaha tersebut hadir dengan konsep ruang terbuka yang dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat tanpa sekat.
Menurut Theo, Teduh Coffee tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati kopi, tetapi juga diharapkan menjadi wadah lahirnya berbagai ide, gagasan, dan kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan Kabupaten Ketapang.
“Kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan berdiskusi. Harapannya, dari ruang sederhana ini lahir berbagai ide positif yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Ketapang,” ujarnya.
Peresmian Teduh Coffee menjadi salah satu simbol optimisme tumbuhnya sektor kuliner dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ketapang. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat fungsi ruang publik sebagai sarana membangun komunikasi, kebersamaan, dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah. (Prokopim Ketapang)

