Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Norsan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) dan Bunda PAUD dalam membangun generasi Kalimantan Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Hal itu disampaikan Erlina setelah dikukuhkan sebagai Ketua FORIKAN Provinsi Kalimantan Barat oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., pada rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Pokja Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (27/7/2026).
Pengukuhan tersebut juga diikuti oleh para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat yang dipercaya menjadi Ketua FORIKAN di daerah masing-masing.
Erlina menyampaikan, pembangunan kualitas sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini. Menurutnya, PAUD memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, sekaligus menjadi pintu masuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak, termasuk asupan gizi yang baik.
“Bagaimana kita membawa anak-anak Kalimantan Barat menjadi anak yang cerdas tentu harus dimulai sejak dini. Peran Bunda PAUD sangat strategis untuk menggerakkan PAUD yang ada hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan,” ujar Erlina.
Ia menekankan bahwa pendidikan dan gizi merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam menciptakan generasi unggul. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berkualitas serta asupan makanan bergizi akan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sebagai Ketua FORIKAN Kalbar, Erlina berkomitmen memperkuat kampanye gemar makan ikan di tengah masyarakat. Menurutnya, ikan merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang mudah diperoleh dan memiliki manfaat besar bagi pertumbuhan anak.
“FORIKAN akan terus mendorong masyarakat agar memahami pentingnya konsumsi ikan, terutama bagi anak-anak usia dini. Ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang,” katanya.
Erlina juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. FORIKAN, kata dia, harus berjalan bersama dengan pemerintah daerah, TP PKK, Bunda PAUD, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat.
Melalui sinergi yang kuat hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan, ia berharap budaya makan ikan dapat semakin melekat dalam kehidupan keluarga di Kalimantan Barat.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap dapat mencetak anak-anak Kalimantan Barat yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas untuk menghadapi masa depan,” tutup Erlina. (Adpim Prov Kalbar)

