Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menghadiri pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Taman Dirgantara Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, dan turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 serta Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Prosesi pencanangan ditandai dengan pemukulan rebana oleh Gubernur Kalbar bersama sejumlah pejabat yang hadir.
BBGRM XXIII menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan masyarakat, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan daerah mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang mengangkat nilai luhur gotong royong sebagai kekuatan dalam membangun daerah.
Menurut Pangdam, semangat gotong royong dan ketahanan keluarga memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan serta stabilitas kehidupan bermasyarakat.
"Gotong royong merupakan jati diri bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan. TNI, khususnya Kodam XII/Tpr, akan selalu siap bersinergi dan hadir bersama masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah," ujar Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat menjadikan BBGRM, HKG PKK, dan Harganas sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian serta kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
"Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai gerakan nyata untuk menjaga lingkungan, memperkuat keluarga, serta bersama-sama membangun desa dan daerah agar semakin maju, sejahtera, dan kondusif," tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan bahwa perkembangan zaman yang semakin dinamis tidak boleh mengikis nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat.
Ia menegaskan, gotong royong harus terus dipelihara sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
"Gotong royong harus terus kita hidupkan sebagai modal sosial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Dengan kolaborasi dan kebersamaan yang kuat, pembangunan akan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan," kata Ria Norsan.
Melalui pencanangan BBGRM XXIII ini, pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang harmonis serta mendukung percepatan pembangunan di Kalimantan Barat.
(Pendam XII/Tpr)

