Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung proses demokrasi yang berkualitas, transparan, dan akuntabel. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Karoops Polda Kalbar Kombes Pol. Mardiyanto, S.H., S.I.K. dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Semester I Tahun 2026, yang digelar di Aula KPU Provinsi Kalbar, Senin (6/7/2026).
Kegiatan pleno tersebut dibuka sekaligus dipimpin oleh Ketua KPU Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Syarifuddin Budi, dan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bentuk sinergi dalam memastikan data pemilih yang disusun tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Rapat pleno ini merupakan bagian dari agenda rutin KPU dalam memperbarui data pemilih secara berkelanjutan, sehingga daftar pemilih yang digunakan selalu sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan juga diberi ruang untuk memberikan masukan guna memperkuat validitas data sebagai dasar penting penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Karoops Polda Kalbar dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kehadiran Polda Kalbar merupakan bentuk dukungan Polri terhadap seluruh tahapan pemilu, khususnya dalam memperkuat koordinasi lintas sektor demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
“Sinergi antara Polri, penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder diharapkan dapat mewujudkan proses demokrasi yang aman, tertib, dan dapat dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa keterlibatan Polda Kalbar dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung setiap tahapan pemilu sesuai tugas dan fungsi yang diamanatkan.
“Polda Kalbar siap bersinergi dengan KPU, Bawaslu, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder untuk memastikan setiap tahapan pemilu berjalan aman, tertib, dan lancar. Pemutakhiran data pemilih yang akurat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas dan dipercaya publik,” pungkasnya. (Humas Polda Kalbar)

