![]() |
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes., mengajak kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk terus membangun integritas, meningkatkan kompetensi, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Harisson saat menjadi narasumber pada Closing Ceremony Latihan Kader (LK) II HMI Cabang Singkawang yang berlangsung di Gedung Diklat BKPSDM Kota Singkawang, Sabtu (4/7/2026).
Dalam pemaparannya, Harisson menegaskan bahwa proses perkaderan di HMI bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan sarana membentuk karakter dan kepemimpinan. Menurutnya, nilai-nilai keimanan, integritas, disiplin, kejujuran, serta kerja keras harus terus melekat dalam diri setiap kader setelah menyelesaikan proses kaderisasi.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi agar kader HMI mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin dinamis.
"Organisasi harus mampu melahirkan kader yang beriman, bertakwa, berintegritas, sekaligus memiliki kompetensi dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai bekal memimpin di masa depan," ujar Harisson.
Selain itu, Harisson mendorong kader HMI untuk memperluas jejaring hingga tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, jaringan yang luas akan membuka peluang kolaborasi, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya menyampaikan kritik kepada pemerintah secara objektif dan berbasis data. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai mitra kritis pemerintah, namun setiap masukan harus didasari kajian yang matang agar mampu menghadirkan solusi.
"Pemerintah membutuhkan masukan dari mahasiswa. Namun sebelum menyampaikan kritik, pahami persoalannya melalui data, bandingkan dengan teori yang dipelajari, lalu sampaikan secara konstruktif sehingga benar-benar memberi manfaat," katanya.
Harisson juga mengingatkan bahwa persaingan di dunia kerja semakin ketat sehingga setiap kader harus mengutamakan kualitas diri, profesionalisme, dan kemandirian.
Ia menegaskan, keberhasilan tidak ditentukan oleh kedekatan dengan pihak tertentu, melainkan oleh kompetensi dan integritas yang dimiliki.
Menutup materinya, Harisson mengajak seluruh kader HMI untuk terus belajar dan siap menghadapi perubahan global, termasuk tantangan era digital dan kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA).
"Jangan pernah berhenti belajar. Kuasai teknologi, manfaatkan digitalisasi secara bijak, dan terus tingkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing serta memberikan kontribusi nyata bagi Kalimantan Barat maupun Indonesia," pungkasnya.
Acara penutupan LK II HMI Cabang Singkawang turut dihadiri Wakil Wali Kota Singkawang Muhammadin, S.E., M.H., Sekretaris Jenderal PB HMI Muh. Jusrianto, jajaran pengurus HMI Cabang Singkawang, para alumni dan senior HMI, serta tamu undangan dari berbagai organisasi kepemudaan dan instansi terkait. (ais) (Adpim Prov Kalbar)

