Personel Koramil 1204-01/Kapuas bersama masyarakat dan petugas pemadam ASP Selatan berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sanggau, Sabtu (22/8/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan dan groundcheck di lapangan, terdapat 17 titik hot spot/kebakaran dengan total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 8,8 hektare.
Sebaran titik kebakaran meliputi Desa Nanga Biang sebanyak 3 titik dengan luas 1,4 hektare, Desa Lape 2 titik seluas 1,2 hektare, Desa Belangin 2 titik seluas 1,1 hektare, Desa Rambin 1 titik seluas 0,6 hektare, Desa Sungai Mawang 2 titik seluas 1,1 hektare, Desa Kambong 1 titik seluas 0,4 hektare, Kelurahan Sungai Sengkuang 3 titik seluas 1,4 hektare, Desa Pana 1 titik seluas 0,6 hektare, Desa Lintang Pelaman 1 titik seluas 0,5 hektare, dan Desa Tapang Dulang 1 titik seluas 0,6 hektare.
Dalam penanganan tersebut, sebanyak 10 personel diterjunkan, terdiri dari 4 personel Koramil 1204-01/Kapuas, 2 masyarakat, serta 4 petugas pemadam ASP Selatan. Tim melakukan pemadaman di seluruh titik yang terpantau serta pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun api yang berpotensi kembali menyala.
Danramil 1204-01/Kapuas Kapten Inf Eko Prasetyo W. mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan pemantauan dan patroli di kawasan yang rawan terjadi Karhutla.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat untuk melakukan pemantauan, groundcheck, serta pemadaman apabila ditemukan titik api. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menyebabkan kebakaran meluas dan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan serta lingkungan,” ujar Danramil Kapuas.
Selain melakukan pemadaman, personel turut memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan secara sembarangan. Asap Karhutla tidak hanya dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila kabut asap semakin tebal.
Danramil mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu Karhutla.
“Penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat. Dengan bersama-sama mencegah dan menangani sejak dini, kita dapat mencegah kebakaran meluas,” tambahnya.
Berkat penanganan bersama, seluruh 17 titik api berhasil dipadamkan. Kondisi wilayah setelah penanganan terpantau aman dan terkendali. (Pendim 1204/Sanggau)
