Dandim 1203/Ketapang Turun ke Lokasi, Percepat Penanganan Karhutla di Sungai Pelang

Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Ketapang, terus dilakukan secara intensif. Komandan Kodim (Dandim) 1203/Ketapang, Letkol Inf Zulkarnaen Galib, S.H., bahkan turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses pemadaman, Minggu (9/8/2026).

Dalam penanganan tersebut, Dandim bersama personel gabungan dari TNI, Polsek Matan Hilir Selatan, BPBD, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus mencegah titik api meluas.

Langkah cepat dan terpadu dilakukan dengan memprioritaskan pelokalisasian area terbakar. Hal ini bertujuan agar api tidak merambat ke kawasan permukiman masyarakat maupun fasilitas umum yang berada di sekitar lokasi.

Letkol Inf Zulkarnaen Galib mengatakan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor serta kecepatan dalam mengambil tindakan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.

“Sinergitas lintas sektor sangat penting dalam penanganan karhutla. Kami terus berupaya melokalisir lahan yang terbakar agar api tidak meluas, khususnya ke arah permukiman dan fasilitas umum. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya saat berada di lokasi.

Proses pemadaman di lapangan tidak berjalan mudah. Kondisi lahan gambut yang relatif kering ditambah hembusan angin cukup kencang menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali api, tim gabungan melakukan penyiraman secara menyeluruh hingga ke bagian dalam lahan atau cooling down. Selain itu, petugas juga membuat pemblokiran pada jalur-jalur yang berpotensi menjadi media perambatan api.

Dengan penanganan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, sebaran karhutla di wilayah Kabupaten Ketapang diharapkan dapat ditekan. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta memahami dampak karhutla terhadap kesehatan dan kualitas udara. (Pendam XII/Tpr)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak