Koramil 1210-06/Ngabang bergerak cepat menindaklanjuti terdeteksinya empat titik panas atau hotspot di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Senin (31/8/2026).
Keempat hotspot tersebut terpantau dengan klasifikasi sedang dan berada di area yang diperkirakan memiliki luas sekitar 4,5 hektare. Temuan itu langsung direspons dengan meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Personel Koramil 1210-06/Ngabang bersama unsur BPBD/Damkar dan relawan turun melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lapangan. Ground check terhadap lokasi yang terindikasi hotspot juga akan dilakukan guna memastikan keberadaan titik api sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Danramil 1210-06/Ngabang, Kapten Arm Junaidi, menegaskan pihaknya bersama unsur terkait terus memperkuat upaya deteksi dini untuk mencegah karhutla meluas.
“Kami tidak ingin kecolongan. Setiap informasi hotspot akan segera kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan. Patroli dan pemantauan akan terus kami tingkatkan, khususnya di wilayah yang rawan karhutla,” ujar Kapten Arm Junaidi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan mendukung terjadinya kebakaran.
“Pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat,” katanya.
Kapten Junaidi mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran sehingga dapat ditangani sedini mungkin.
“Mari bersama-sama menjaga hutan dan lahan. Jika menemukan adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin. Dengan sinergi dan kepedulian bersama, kita dapat mencegah karhutla meluas,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang dilibatkan terdiri dari empat anggota TNI, dua personel BPBD/Damkar, dan satu relawan. Tim didukung dua unit sepeda motor, satu unit handy talky (HT), satu mesin portable, selang, serta nozzle.
Selain melakukan pemantauan hotspot, Koramil 1210-06/Ngabang secara rutin melaksanakan patroli di daerah rawan karhutla serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat deteksi dini, mempercepat penanganan potensi kebakaran, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. (Pendim 1210/Landak)
