Respons cepat dilakukan jajaran Polres Sambas setelah satu titik panas atau hotspot terpantau di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Sabtu (29/8/2026). Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., turun langsung memimpin penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi.
Informasi hotspot tersebut terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Teluk Keramat untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan guna memastikan api tidak kembali menyala dan mencegah kebakaran meluas. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 0,5 hektare.
Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo, S.I.K., M.H., melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, langkah cepat dilakukan begitu titik panas terdeteksi sebagai bagian dari upaya mencegah meluasnya Karhutla.
“Tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Kegiatan ini merupakan langkah cepat dalam menangani setiap titik hotspot yang terpantau, sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat dicegah,” ujar AKP Sadoko Kasih Wiyono.
Dalam penanganan tersebut, Polres Sambas mengerahkan 12 personel Tim Karhutla. Kekuatan tersebut diperkuat sembilan personel Polsek Teluk Keramat, 11 personel BKO Brimob, serta dua anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).
Petugas di lapangan menggunakan dua unit mesin pemadam. Meski sumber air tersedia di sekitar lokasi, jumlahnya masih terbatas sehingga proses pemadaman dan pendinginan dilakukan secara optimal sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan penanganan Karhutla berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Selama proses berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. (Humas Polres Sambas)
