Penantian panjang Pondok Pesantren Darul Hidayah di Desa Rasau Jaya Patok 5, Kecamatan Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, akhirnya berbuah lega.
Setelah empat kali pengeboran belum menemukan sumber air yang diharapkan, pengeboran kelima justru membuahkan hasil. Air jernih akhirnya mengalir dari dalam tanah dan disambut penuh sukacita oleh para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar.
Sumur bor tersebut merupakan bantuan Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekitar 600 santri sekaligus membantu masyarakat sekitar, khususnya untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Proses mendapatkan sumber air itu tidak mudah. Kapolres Kubu Raya menugaskan Kabag Ops Polres Kubu Raya AKP Samidi, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Ambril, serta Kaurmintu Bin Ops Satbinmas Polres Kubu Raya Iptu Legiaman untuk mengawal pembangunan sumur bor tersebut.
Empat titik sebelumnya belum memberikan hasil. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat untuk melanjutkan pencarian. Pengeboran kembali dilakukan hingga titik kelima dan akhirnya sumber air ditemukan.
Sebelum adanya sumur bor, para santri harus mengandalkan air sumur dan parit untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut semakin menyulitkan saat musim kemarau karena air terkadang berubah keruh dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Kini, persoalan tersebut mulai teratasi. Sumur bor telah dilengkapi tandon, sistem penyaringan, serta penampungan air bersih sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari para santri maupun masyarakat sekitar.
Setelah rampung, bantuan tersebut diserahkan oleh AKP Samidi, Ambril, dan Iptu Legiaman kepada pengurus Pondok Pesantren Darul Hidayah, Kyai H. Muhammad Ismail Gofur.
Kegembiraan terlihat dari wajah para santri saat air jernih mulai mengalir. Bagi mereka, air tersebut bukan sekadar hasil pengeboran, tetapi menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini dirasakan.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, bantuan sumur bor merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Bantuan dari Bapak Kapolres ini diharapkan bukan hanya menjadi sebuah fasilitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi para santri dan masyarakat di sekitar pondok pesantren,” kata Ade menyampaikan pesan Kapolres Kubu Raya.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi, terutama bagi para santri yang sebelumnya menghadapi keterbatasan sumber air layak saat musim kemarau.
“Setelah sebelumnya mereka menggunakan air sumur dan parit yang kondisinya kurang baik, sekarang kami berharap adanya sumur bor ini dapat memberikan akses air yang lebih layak untuk kebutuhan MCK dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Kapolres juga berharap fasilitas tersebut dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Harapannya, sumber air ini menjadi manfaat bersama. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi bisa terus digunakan dan dirawat sehingga memberikan dampak bagi masyarakat dalam jangka panjang,” kata Ade.
Sementara itu, Kyai H. Muhammad Ismail Gofur menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Kubu Raya beserta jajaran atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Kubu Raya yang telah memberikan bantuan sumur bor ini. Air bersih memang menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kami,” ujar Ismail.
Ia mengungkapkan, kondisi air sebelumnya cukup memprihatinkan, khususnya ketika musim kemarau.
“Kalau kemarau, air yang kami gunakan kadang keruh dan berbau. Dengan adanya sumur bor ini, kami sangat terbantu,” katanya.
Menurut Ismail, manfaat sumur bor tersebut tidak hanya dirasakan oleh pihak pesantren, tetapi juga masyarakat sekitar.
“Ini bukan hanya untuk pesantren. Masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaatnya. Kami tentu akan menjaga dan merawat fasilitas ini sebaik-baiknya,” ujarnya.
Empat kali pengeboran yang sebelumnya belum membuahkan hasil kini menjadi bagian dari cerita keberhasilan tersebut. Titik kelima akhirnya menjadi titik yang membawa harapan.
Air bersih pun mengalir untuk sekitar 600 santri dan masyarakat. Sebuah bantuan sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi kehidupan sehari-hari mereka. (Humas Polres Kubu Raya)
