Tim Alfa Perkuat Penanganan Karhutla Kalbar Melalui Surveillance Udara dan Pemetaan Akses

Tim Alfa gabungan personel dari tiga matra melaksanakan surveillance dan pemetaan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mencari jalur darat terdekat menuju titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Kalimantan Parak, Senin (31/8/2026). 

Dalam kegiatan tersebut, Yon Parako 466 Pasgat turut memberikan dukungan dengan mengerahkan satu tim VCP untuk membantu mengarahkan pergerakan paramotor Tim Alfa dari bawah. Tim gabungan tersebut melibatkan personel Kopassus, Korpasgat, Kostrad, dan Marinir.

Kegiatan dilaksanakan di antaranya di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Surveillance dari udara dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi medan secara lebih cepat, menentukan posisi titik panas, serta mengidentifikasi akses terdekat yang dapat digunakan personel menuju lokasi kebakaran.

Kemampuan tersebut menjadi penting mengingat sejumlah wilayah di Kalimantan Barat memiliki karakteristik berupa savana dan padang alang-alang yang mudah terbakar serta memungkinkan api menjalar dengan cepat. Sementara itu, akses melalui jalur darat menuju kawasan tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama pada wilayah dengan medan sulit dan terbatasnya akses kendaraan.

Melalui pemetaan udara menggunakan paramotor dan drone, Tim Alfa dapat menentukan sasaran secara lebih akurat sehingga personel tidak perlu melakukan penyisiran secara acak. Informasi dari udara menjadi dasar untuk menentukan titik pendaratan maupun jalur pergerakan yang paling memungkinkan menuju lokasi kebakaran.

Dengan strategi tersebut, diharapkan waktu tempuh menuju titik panas dapat dipangkas sehingga personel dapat lebih cepat berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Efisiensi waktu dan tenaga menjadi faktor penting agar kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas ke wilayah yang lebih besar.

Pengerahan kemampuan lintas matra dalam penanganan karhutla merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu masyarakat dan mendukung upaya penanggulangan bencana serta perlindungan lingkungan.

Sinergi antara surveillance udara, pemetaan medan, dan dukungan personel di darat diharapkan mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan, serta efektivitas penanganan karhutla, termasuk dalam menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. (Pen Yon Parako 466 Pasgat) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak