Sebanyak 379 siswa SMAN 1 Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, mengikuti penyuluhan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar Satgas Karhutla TNI, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memahami langkah-langkah pencegahan Karhutla sejak dini.
Ketua Kelompok Penyuluhan dan Pencegahan Satgas Karhutla TNI Wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra P, ST, MM, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk dalam upaya pencegahan dan mitigasi Karhutla.
“Generasi muda seperti anak SMA tidak hanya menjadi objek, tetapi juga harus dilibatkan sebagai subjek dalam program pembangunan, termasuk dalam mitigasi Karhutla,” ujar Sapta.
Menurutnya, meski masih berstatus sebagai pelajar, para siswa dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Hal itu dapat dimulai dengan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla.
“Kesadaran itu dimulai dari diri sendiri, kemudian mereka dapat menjadi agen kewaspadaan Karhutla bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan motivasi dan wawasan kebangsaan yang disampaikan Brigjen TNI M. Zamroni. Kegiatan turut didukung Kolonel Laut (KH) Chumaidi dan Kolonel Kes Robi Mandolin.
Antusiasme siswa terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari persoalan Karhutla hingga peluang menjadi prajurit TNI dan kiat mempersiapkan diri agar dapat lolos ke sekolah kedinasan.
Kepala SMAN 1 Kayan Hilir, Helena Dewi Purwanti, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas TNI di sekolahnya.
“Kami senang dan bangga, apalagi dikunjungi Bapak Jenderal. Semoga kehadiran Bapak-bapak TNI dapat membuka wawasan murid kami mengenai Karhutla, masa depan mereka, dan juga bagi kami bersama seluruh staf,” ungkap Helena.
Ia menjelaskan, Kayan Hilir merupakan salah satu wilayah yang berada di jalur perlintasan menuju Sintang. Karena itu, selain meningkatkan kewaspadaan terhadap Karhutla, pihak sekolah juga terus berupaya memperkuat karakter siswa agar mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk bahaya narkoba dan pengaruh modernisasi.
Kegiatan penyuluhan turut dihadiri Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir dan personel Satgas BKO dari Yon TP 542/Kodam V Brawijaya.
Helena menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pihak sekolah dalam mendukung kebijakan pemerintah.
“Meski pembelajaran dilaksanakan secara daring, karena kegiatan ini merupakan atensi dari pemerintah pusat, kami melaporkannya kepada pengawas dan mendapatkan persetujuan, dengan catatan seluruh peserta menggunakan masker,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi geografis sekolah perlu menjadi perhatian karena kawasan tersebut kerap terdampak banjir ketika air sungai meluap.
“Sekolah ini juga kalau air meluap sering banjir,” pungkasnya. (Pendim 1205/Sintang)
