Rakor berlangsung di Aula Rapat Kantor Bupati Landak pada pukul 10.00 WIB dan menjadi momentum untuk menyatukan persepsi serta langkah strategis dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Kabupaten Landak.
Sejumlah aspek kesiapsiagaan menjadi pembahasan, mulai dari penguatan sistem deteksi dini, peningkatan patroli di kawasan rawan, kesiapan personel, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman. Percepatan penanganan juga menjadi perhatian agar setiap titik api dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Dandim 1210/Landak Letkol Inf Doni Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama yang solid antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat.
“Menghadapi puncak Karhutla, kita harus memperkuat kesiapsiagaan dan bergerak cepat. Koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan pemegang HGU dan PBPH harus terus ditingkatkan, terutama dalam deteksi dini dan penanganan di lapangan,” tegasnya.
Ia juga meminta perusahaan yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Landak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Kesiapan personel, peralatan pemadaman, jalur komunikasi dan prosedur respons cepat perlu dipastikan sehingga dapat digunakan secara optimal apabila terjadi kebakaran.
Rakor tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi. Setiap pihak diharapkan memahami peran masing-masing sehingga respons terhadap potensi Karhutla dapat dilakukan secara cepat, terukur dan terpadu.
Dengan adanya komitmen bersama, upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kabupaten Landak diharapkan semakin efektif. Langkah tersebut penting untuk melindungi kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi. (Pendim 1210/Landak)
