Munas VIII PSMTI, Wagub Krisantus dorong penguatan harmoni kebhinnekaan


Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang digelar di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).

Mengusung tema “Perteguh Harmoni Kebhinnekaan Menuju Indonesia Emas 2045”, Munas VIII PSMTI menjadi forum penting bagi organisasi untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus merumuskan arah kontribusi masyarakat Tionghoa Indonesia dalam pembangunan bangsa.

Dalam forum tersebut, Wilianto Tanta kembali dipercaya secara aklamasi untuk memimpin PSMTI sebagai Ketua Umum periode 2026–2030. Munas turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) Hashim Djojohadikusumo serta jajaran pengurus PSMTI dari berbagai daerah di Indonesia.

Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan, PSMTI memiliki posisi strategis dalam membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara masyarakat Tionghoa, pemerintah, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Menurutnya, sejak berdiri, PSMTI tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan interaksi masyarakat Tionghoa, tetapi juga berperan dalam menyalurkan aspirasi dan memperkuat hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

“Sejak awal, PSMTI hadir sebagai wadah komunikasi, interaksi, penyaluran aspirasi, serta penguatan hubungan antara masyarakat Tionghoa dengan pemerintah dan berbagai komponen masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Krisantus menilai, semakin luasnya jaringan organisasi PSMTI di berbagai daerah menunjukkan besarnya potensi organisasi tersebut untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional.

Ia menegaskan, peran PSMTI tidak sebatas menjaga hubungan antarmarga maupun melestarikan kebudayaan Tionghoa, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kekuatan sosial yang memberikan manfaat lebih luas bagi bangsa.

“PSMTI bukan hanya organisasi yang menjaga hubungan antarmarga atau melestarikan kebudayaan. Lebih jauh dari itu, PSMTI dapat menjadi kekuatan sosial yang ikut menjawab tantangan pembangunan bangsa,” katanya.

Menurut Krisantus, pelaksanaan Munas VIII memiliki arti strategis bagi keberlanjutan organisasi. Munas tidak hanya menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menyusun langkah dan program ke depan.

“Saya harap kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 dapat terus memperkuat persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh ketua terpilih hasil Munas VIII PSMTI. Krisantus berharap kepemimpinan baru dapat semakin memperkuat peran PSMTI dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, daerah yang dikenal dengan Tidayu (Tionghoa, Dayak, Melayu), kami menyampaikan selamat kepada para ketua terpilih hasil Munas ke-8 PSMTI,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PSMTI terpilih periode 2026–2030, Wilianto Tanta, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.

Ia menyebut kepercayaan tersebut sebagai amanah besar yang hanya dapat dijalankan dengan dukungan dan kerja sama seluruh anggota PSMTI.

“Malam ini saya berterima kasih karena mempercayakan saya kembali untuk memimpin PSMTI masa jabatan 2026–2030. Ini amanah yang kedua yang diberikan kepada saya,” ucap Wilianto.

Ia juga mengapresiasi jalannya Munas yang berlangsung dinamis hingga akhirnya menghasilkan kesepakatan bersama terkait kepemimpinan organisasi.

“Terjadi kesepakatan yang luar biasa. Inilah organisasi kita melangkah lebih maju ke depan dengan harapan tiga kali lebih baik,” katanya.

Wilianto kemudian mengajak seluruh jajaran PSMTI untuk menjaga kekompakan, memperkuat kerja sama, serta melanjutkan cita-cita para pendiri organisasi yang telah berjalan selama 28 tahun.

“Untuk itu pertahankan kekompakan, kerja sama yang baik, menjaga cita-cita pendiri dari paguyuban selama 28 tahun ini,” ujarnya.

Ia berharap PSMTI ke depan semakin mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan semakin diterima sebagai bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

“Saya percaya yang hadir di Munas VIII ini dapat membantu saya kembali agar organisasi ini menjadi organisasi terpandang dari seluruh masyarakat di sekeliling kita maupun di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (wnd/ica) (Adpim Prov Kalbar) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak