Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di kawasan Parit Sekunder C, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, di tengah musim kemarau yang menyebabkan warga mulai kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
Bantuan tersebut diberikan atas instruksi Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kondisi kemarau.
Di tengah upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan tersebut, pasokan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga. Kondisi sumber air yang mulai terbatas membuat masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kedatangan truk tangki pembawa air bersih pun disambut antusias warga. Sejumlah masyarakat terlihat membawa jerigen, ember, hingga galon dan mengantre secara tertib untuk mendapatkan air yang akan digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, terutama memasak dan minum.
Bagi warga Sekunder C, bantuan tersebut sangat berarti di tengah menurunnya ketersediaan air akibat musim kemarau.
Salah seorang warga, Suminem (45), mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
“Kami mewakili warga Sekunder C mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Kalbar. Perhatian nyata ini sangat kami rasakan manfaatnya. Selama kemarau ini, kami kesulitan mencari air bersih untuk minum, dan bantuan air bersih ini benar-benar menjadi solusi yang kami tunggu-tunggu,” ujar Suminem saat ditemui di lokasi pembagian air.
Ia mengatakan, debit air dari sumur bor milik warga mulai berkurang. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk rumah tangga.
Hal serupa disampaikan Jamal (38), seorang petani di kawasan Sekunder C. Menurutnya, sebelum adanya bantuan, warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya kami harus beli air galon untuk dimasak. Dengan adanya bantuan dari Gubernur Kalbar ini, kami sangat terbantu. Beban ekonomi sedikit berkurang dan kebutuhan air bersih keluarga bisa tercukupi,” katanya.
Selain memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak, Gubernur Ria Norsan juga memberikan dukungan kepada petugas dan relawan yang berada di lapangan untuk menangani karhutla.
Dalam kunjungannya ke kawasan Sekunder C, Gubernur menyerahkan bantuan berupa masker, makanan, dan vitamin bagi tim gabungan serta relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Sebelumnya, Gubernur Ria Norsan juga turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus membantu tim gabungan dalam upaya pemadaman api di kawasan Sekunder C.
Kehadiran gubernur di lokasi menjadi bentuk dukungan moral bagi para petugas sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang terdampak mendapat perhatian pemerintah.
Pemprov Kalbar menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga mencakup perlindungan masyarakat serta pemenuhan kebutuhan dasar selama musim kemarau dan dampak kebakaran berlangsung.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu, mulai dari pemadaman di lapangan, dukungan bagi petugas dan relawan, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak, hingga penguatan langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.
(Rfa/Ica)

