Polres Ketapang Siapkan Sumur Bor untuk Percepat Penanganan Karhutla di Muara Pawan

Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polres Ketapang. Salah satu langkah yang ditempuh yakni membangun Sumur Bor Presisi di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla dan memiliki keterbatasan sumber air.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan secara cepat apabila terjadi kebakaran, khususnya di wilayah Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.

Pada Minggu (7/9/2026), Kapolsek Muara Pawan Ipda Eko Astower, S.E., melakukan pengecekan terhadap penyelesaian pembangunan Unit Sumur Bor Presisi di beberapa lokasi. Hasil pengecekan menunjukkan dua unit sumur bor telah selesai dibangun dan siap digunakan, sedangkan satu titik lainnya masih dalam tahap pencarian lokasi yang tepat dan membutuhkan dukungan sumber air.

Dua unit yang telah selesai dibangun masing-masing berada di Jalan Sei Awan–Tanjung Pura KM 16, Mensubuk, Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, dengan koordinat 1°43'24,327"S 110°8'33,957"E. Sementara unit lainnya berada di Desa Tanjung Pasar KM 14 dengan koordinat 1,73096"S 110,11403"E.

Ketersediaan sumur bor tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan penanganan apabila terjadi kebakaran di sekitar lokasi. Dengan adanya sumber air yang lebih mudah dijangkau, proses pemadaman diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga api tidak berkembang dan meluas.

Tidak hanya untuk kepentingan penanggulangan Karhutla, Sumur Bor Presisi juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Polres Ketapang menghadirkan sarana yang memiliki fungsi ganda, yakni mendukung penanganan bencana sekaligus memberikan manfaat langsung bagi warga.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan bahwa ketersediaan sumber air merupakan salah satu faktor penting dalam menghadapi Karhutla, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.

“Kami terus memperkuat sarana dan prasarana pendukung penanganan Karhutla. Sumur bor ini diharapkan dapat menjadi sumber air yang mudah diakses ketika terjadi kebakaran sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan sumur bor akan terus diarahkan ke wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla serta membutuhkan tambahan sumber air. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di lapangan sekaligus mendukung upaya pencegahan sejak dini.

Kapolres juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api.

“Pencegahan dan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. Dengan kesiapan personel, sarana pendukung, serta partisipasi masyarakat, kita berharap potensi kebakaran dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya. (Humas Polres Ketapang) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak