Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Tim Penyuluh yang terdiri dari Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI Dikreg LVI TA 2026 melaksanakan kegiatan penyuluhan penanganan dan pencegahan Karhutla di wilayah Kodim 1202/Singkawang, jajaran Kodam XII/Tanjungpura, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur, tersebut diikuti personel Kodim 1202/Singkawang bersama sejumlah stakeholder pemerintahan terkait. Penyuluhan difokuskan pada peningkatan kapasitas personel kewilayahan, khususnya Babinsa, dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, serta penanganan Karhutla.
Kalimantan Barat memiliki karakteristik wilayah yang didominasi kawasan hutan dan lahan gambut yang cukup luas. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan terhadap Karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau. Karena itu, langkah pencegahan, edukasi kepada masyarakat, serta sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran dan mencegah meluasnya titik api.
Brigjen TNI A. Benny Sarana menegaskan bahwa penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tugas satu instansi, melainkan merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.
“Pencegahan adalah kunci utama. Para Babinsa di lapangan merupakan ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus melaksanakan deteksi dini. Kita harus bergerak cepat dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang dan meluas,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Pasis Sesko TNI memberikan sejumlah materi dan langkah strategis dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla, di antaranya:
-
Deteksi dini dan pemantauan titik panas (hotspot), melalui pemetaan wilayah rawan serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan aplikasi pemantauan satelit untuk mendeteksi keberadaan titik panas secara cepat.
-
Patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat, dengan mengoptimalkan peran Babinsa bersama instansi terkait dan masyarakat peduli api untuk melaksanakan patroli serta memberikan edukasi mengenai bahaya dan larangan pembakaran lahan secara sembarangan.
-
Kesiapsiagaan personel dan peralatan, dengan memastikan kesiapan sarana pemadam di lapangan, ketersediaan sumber air pada wilayah rawan, serta kesiapan personel untuk melaksanakan respons cepat apabila ditemukan titik api.
-
Penguatan sinergitas antarinstansi, melalui peningkatan koordinasi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, serta elemen masyarakat dalam rangka mempercepat penanganan apabila terjadi Karhutla.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, diharapkan seluruh personel kewilayahan, khususnya Babinsa, semakin memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan Karhutla serta mampu meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah binaannya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait untuk mencegah terjadinya Karhutla serta menciptakan wilayah Kalimantan Barat yang aman, sehat, dan bebas dari dampak kabut asap. (Pendim 1202/Skw)
