Di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap yang melanda sejumlah wilayah, masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam bersama TNI, Polri dan pemerintah kecamatan menggelar Sholat Istisqa di Masjid Al-Ittihad, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kamis (2/9/2026).
Sekitar 200 jamaah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari personel TNI-Polri, jajaran pemerintah Kecamatan Sekayam, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga Muslim setempat.
Sholat Istisqa dipimpin Ustadz Mustaqim sebagai imam, sementara Ustadz Santoso bertindak sebagai khatib. Sejumlah pejabat dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrahman Gindha Dradhizya, S.I.P., Danramil 1204-02/Sekayam Kapten Inf Jufri dan Kapolsek Sekayam AKP Sutikno, S.H., M.I.P.
Turut hadir Brigjen TNI Eri Nasuhi, Brigjen TNI Caniago, Kolonel Inf Marzuki, Kolonel Adm Her, Kolonel Mar Arif RH, Kolonel Mar Feri, Letkol Mar Hana Prasetiyaji, serta anggota Koramil dan Polsek Sekayam, staf Kecamatan Sekayam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat Muslim Kecamatan Sekayam.
Dalam khutbahnya, Ustadz Mustaqim mengajak jamaah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan sebagai pertolongan untuk membasahi lahan yang terdampak Karhutla, terutama kawasan gambut.
Doa juga dipanjatkan agar kabut asap segera berakhir sehingga kualitas udara kembali membaik, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan anak-anak dapat kembali mengikuti kegiatan pendidikan dengan nyaman. Kondisi tersebut diharapkan turut mengurangi dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan asap.
Dandim 1204/Sanggau Letkol Inf Nurrahman Gindha Dradhizya, S.I.P., mengatakan bahwa Sholat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar bersama secara spiritual di tengah penanganan Karhutla yang terus dilakukan oleh berbagai pihak.
“Kita semua berharap melalui doa dan ikhtiar bersama ini, Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga Karhutla dapat dipadamkan dan kabut asap segera berakhir. Namun, selain berdoa, kita juga harus terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla serta mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Mari kita jaga lingkungan bersama. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kepedulian dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya Karhutla,” tegasnya.
Pelaksanaan Sholat Istisqa tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui doa yang disertai dengan upaya pencegahan dan penanganan di lapangan, seluruh pihak berharap hujan segera turun, Karhutla dapat dikendalikan, kabut asap berakhir, serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dalam kondisi udara yang bersih dan lingkungan yang aman. (Pendim 1204/Sanggau)
