16 Sumur Bor Dibangun Polres Kubu Raya, Jadi Sumber Air Warga dan Antisipasi Karhutla

Polres Kubu Raya bersama jajaran Polri membangun 16 titik sumur bor yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pembangunan tersebut menjadi upaya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sejumlah sumur bor ditempatkan di lingkungan masyarakat, pondok pesantren, masjid, sekolah, hingga kawasan yang rawan kebakaran. Sumber air tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan menjadi cadangan air saat terjadi karhutla.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menyediakan sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kepedulian Polri bersama masyarakat. Kami ingin membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama di wilayah yang membutuhkan sumber air tambahan,” ujar Ade, Minggu (6/9/2026) sore.

Menurutnya, keberadaan sumur bor juga memiliki fungsi strategis di wilayah rawan karhutla.

“Air bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari. Di beberapa lokasi, sumur bor ini juga dipersiapkan sebagai sumber air cadangan untuk mendukung penanganan karhutla,” katanya.

Dari 16 titik tersebut, beberapa lokasi berada di Pondok Pesantren Nurul Anwar Al Mahrusiyah, Pondok Pesantren Darul Amin, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien, Masjid Al-Kharamah, Pondok Pesantren Darul Hidayah, TPA Ashabul Kahfi, SDN 15 Kubu, serta sejumlah dusun di wilayah Kubu Raya.

Salah satu pembangunan di Pondok Pesantren Nurul Anwar Al Mahrusiyah, Kecamatan Sungai Ambawang, telah mencapai 100 persen dan air sudah dimanfaatkan santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar.

Pembangunan sumur bor tersebut juga melengkapi langkah cepat Polres Kubu Raya dalam membantu warga yang mengalami kesulitan air. Sehari sebelumnya, sebanyak 6.000 liter air bersih disalurkan kepada sekitar 170 kepala keluarga di Dusun Teluk Lais.

Ade berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama.

“Harapan kami, ketika masyarakat membutuhkan air, sumbernya tersedia. Ketika terjadi karhutla di wilayah yang memiliki sumur bor, sumber air tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk membantu penanganan,” ujarnya.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Ketersediaan sumber air menjadi bagian dari kesiapsiagaan sekaligus bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. (Humas Polres Kubu Raya) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak