Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat dengan menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani, hadir di SMPN 1 Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (15/09/2026).
Didampingi Pj. Danramil 1206-03/Batang Lupar Serma Oken Freddy, tim memberikan edukasi kepada para siswa tentang bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Di hadapan para pelajar, tim penyuluh menjelaskan bahwa dampak Karhutla tidak berhenti pada rusaknya hutan dan lahan. Kebakaran juga dapat menimbulkan asap yang mengancam kesehatan, mengganggu proses belajar, menghambat aktivitas masyarakat, merusak ekosistem hingga berdampak terhadap perekonomian.
Para siswa kemudian diajak mengenali berbagai potensi penyebab kebakaran di lingkungan sekitar. Mereka diingatkan untuk tidak bermain api di kawasan rawan, tidak membakar sampah atau lahan sembarangan, serta segera menyampaikan kepada orang tua, guru maupun aparat apabila menemukan titik api.
Kolonel Laut (PM) Sugeng Sibagio dan Letkol Laut Riski Hardani menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pelajar dinilai memiliki peran strategis karena dapat ikut menyebarkan informasi dan mengingatkan keluarga maupun lingkungan sekitar mengenai pentingnya menjaga alam.
Menurutnya, membangun kesadaran sejak usia sekolah merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Hal senada disampaikan Pj. Danramil 1206-03/Batang Lupar Serma Oken Freddy. Ia menilai sekolah menjadi salah satu tempat yang efektif untuk menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini.
“Pelajar adalah generasi penerus. Kita ingin mereka tidak hanya mengetahui bahaya Karhutla, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mencegahnya. Dari sekolah, pesan menjaga lingkungan dapat diteruskan ke keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias menyimak materi dan pesan-pesan yang disampaikan oleh Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menyampaikan pesan pencegahan Karhutla di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di SMPN 1 Batang Lupar sekaligus menegaskan bahwa pencegahan kebakaran tidak harus menunggu munculnya api. Membangun kesadaran, menanamkan kepedulian dan membentuk kebiasaan menjaga lingkungan sejak dini merupakan bagian penting dari upaya memutus potensi Karhutla. (Pendim 1206/Psb)
