Satuan Brimob Polda Kalbar menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Payah Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Selasa (29/9/2026).
Bantuan tersebut diberikan di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih masyarakat, termasuk wilayah yang turut merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Dalam kegiatan tersebut, personel Satbrimob Polda Kalbar mengoperasikan satu unit Mobil Water Treatment untuk mengolah air baku menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Teknologi yang dimiliki kendaraan tersebut memungkinkan pengolahan berbagai sumber air, di antaranya air sungai, parit, air banjir hingga air dari kawasan gambut.
Mobil Water Treatment tersebut mampu memproduksi sekitar 6.000 liter air bersih per jam yang dapat digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci dan sanitasi. Sementara untuk air siap konsumsi, kendaraan tersebut mampu menghasilkan hingga 2.500 liter per jam.
Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons Polri terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air akibat musim kemarau maupun dampak Karhutla. Kehadiran personel Satbrimob di lapangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus meringankan beban warga.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa peran Polri di tengah masyarakat tidak terbatas pada pemeliharaan keamanan dan penanganan Karhutla, tetapi juga mencakup upaya membantu masyarakat menghadapi dampak yang ditimbulkan.
“Polri hadir tidak hanya ketika terjadi gangguan kamtibmas atau dalam penanganan Karhutla, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan respons nyata Polri terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kemarau dan Karhutla,” ujar Bambang.
Menurutnya, keberadaan Mobil Water Treatment menjadi salah satu sarana pendukung yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi keterbatasan air bersih, baik akibat musim kemarau, bencana maupun kondisi lingkungan lainnya.
“Penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Selain mencegah dan menangani kebakaran, kita juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat. Karena itu, Polda Kalbar akan terus mendorong kehadiran personel di lapangan untuk memberikan bantuan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Kalbar berupaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat dengan menghadirkan bantuan secara langsung, khususnya bagi warga yang menghadapi keterbatasan air bersih akibat kondisi kemarau dan dampak Karhutla. (Humas Polres Ketapang)
